MEDAN, GlobalNEWS21.id – Soal temuan rumah diduga menjadi gudang tempat mengoplos minyak goreng kemasan ‘Minyakita’ di Jalan BLK Lingkungan VII, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara (Sumut) mendapat sorotan dari lembaga DPRD Kota Medan.
Ketua Komisi I DPRD Kota Medan Robi Barus meminta Polda Sumatera Utara dan jajaran untuk segera mengusut tuntas oknum pengusaha nakal tersebut.
Robi Barus punya alasan yang masuk akal dan diterima akan sehat, sebab, kalau itu benar maka ‘Minyakita’ oplosan tersebut sangat berbahaya dan berdampak kepada kesehatan serta keselamatan masyarakat yang mengonsumsi.
“Iya, Polda Sumut dan jajaran segera bertindak dan jangan tunggu lama-lama lagi, secepatnya diusut tuntas karena kemasan Minyakita yang diduga dioplos itu sangat berbahaya kepada kesehatan serta keselamatan masyarakat yang mengkonsumsinya,” ungkap Robi Barus Lewat pesan WhatsApp, Jumat (10/3/2023).

Lanjut Robi Barus, mendesak pihak kepolisian segera memblokade peredaran Minyakita oplosan tersebut dan diusut tuntas oknum pengusaha, agen maupun distributornya agar peredaran dipasaran tidak semakin marak.
Beredar kabar dikalangan awak media bahwa oknum pengusaha nakal berinisial R (42) punya deking kuat dibelakangnya dan tak tersentuh hukum, sehingga membuat oknum itu besar kepala dan terus merajalela menjalankan bisnis haram yang sangat merugikan itu.
“Kuat dugaan kami bang oknum berinisial R itu punya deking kuat dibelakang, karena siapapun yang datang memantau ke tempat penimbunan minyak goreng itu tidak ada tindaklanjutnya, iya sepertinya oknumnya kebal hukum bang,” keluh warga.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Medan Sunggal T Chairuniza mengatakan pihaknya telah meninjauan lokasi dan membenarkan ada dugaan kemasan ‘Minyakita’ palsu tempat penimbunan di Kelurahan Lalang.
‘’Saya sudah dapat kabar dari Lurah Lalang dan sudah dilakukan peninjauan ke lokasi, benar ada rumah warga yang diduga menimbun minyak kemasan ‘Minyakita,“ tandas Camat.
Dikatakan Camat lagi bahwa masalah tersebut sudah masuk ke ranah kepolisian.
Sebelumnya, akibat terkuaknya minyak goreng kemasan diduga asli tapi palsu beredar bebas dipasaran, bernama ‘Minyakita’.
Selain itu, kabarnya pekerja terpaksa diliburkan sementara, karena pengoplos terganggu hingga bikin heboh.
Agen minyak goreng ‘Minyakita’ kemasan ini sudah lama beroperasi di daerah Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).
Amatan dilokasi, tempat penyimpanan tangki penimbunan minyak goreng ini berada didalam sebuah rumah akan tetapi pintunya selalu tertutup rapat, sepertinya pemilik rumah risih dengan kedatangan wartawan yang hendak konfirmasi.
Sekilas minyak goreng ‘Minyakita’ tampak serupa dengan produk asli, apalagi kalau dikemas ke dalam kardus yang asli.
Namun saat diamati lebih teliti ada hal menonjol yang terlihat jelas bahwa minyak goreng itu bukan kemasan asli seperti yang dipasarkan pemerintah.
Terlihat juga dilokasi saat mobil tangki mengisi ke tangki penimbunan di Jalan BLK Gatot Subroto, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal ukuran 1000 liter pekerja berada di dalam rumah pintu roling door terbuka.
Ketika wartawan mengabadikan dan membidik kegiatan mereka dengan kamera ponsel, salah seorang pekerja pakai seragam warna kuning merasa terusik. “Kenapa di foto-foto bang,” hardiknya.
Belum sempat menjawab pertanyaan sipehardik, tiba-tiba dari arah belakang seorang oknum loreng datang menghampiri awak media.
“Abang siapa? lalu dijawab ‘saya dari media’ sembari menunjukkan KTA dan surat tugas sebagai legalitas melaksanakan kegiatan jurnalistik dilapangan.
Lalu, tidak lama kemudian selang minyak ditarik, dan seketika itu proses pengisian tiba-tiba berhenti, mobil tangki mundur panjang ke belakang sembari memutar balik ke arah jalan besar.
“Kemasan ‘Minyakita’ ini sudah lama bang dijual dipasaran, kami lihat sebelum abang datang sudah pernah juga wartawan maupun polisi mendatangi gudang minyak itu, tapi seperti tidak ada masalah,” kata warga setempat inisial NZ (62) dan MR (54), Kamis (9/3/2023).
NZ dan MR menyebutkan bahwa minyak goreng ‘Minyakita’ kemasan ini tak ubahnya seperti oplosan dan diduga tempat usaha pengelola tidak memiliki izin layaknya seperti perusahaan lain.
“Kami curiga bang kalau minyak goreng ini dioplos karena aroma baunya seperti minyak limbah apalagi saat ada pengisian dari mobil tangki ada yang berceceran ketanah ini menimbulkan aroma tidak sedap,” terangnya.
Terungkap! MinyaKita Kemasan Botol Diduga Palsu Marak Beredar di Pasaran
Dikatakan NZ dan MR bahwa mereka juga pernah melihat ada aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk mengambil sample minyak goreng kemasan itu. “Sekarang para pekerja hanya bekerja setengah hari dan yang pasti tidak seperti biasanya lah,” ujarnya.
Lebih lanjut, saat wartawan masih berada dilokasi becak pengantar depot air dan 6 orang pekerja terpaksa tidak bisa masuk rumah dan mereka hanya berbicara lewat telephone genggam, lalu pekerja balik kanan. (GN21-BTM).

