HUMBAHAS, GlobalNEWS21.id – Kelompok Tani Ria Bersinar Desa Ria-ria, Kecamatan Pollung, Humbahas mengaku program Food Estate makin berdampak positif dan meningkat. Pendapatan mereka naik hingga Rp8-9 juta perbulan.
Peningkatan itu terjadi setelah memanfaatkan program Food Estate sebagai program strategis nasional 2020-2024 untuk menjaga ketahanan pangan dalam negeri. Dari kegiatan usaha budi daya tanaman tersebut pendapatan para petani semakin meningkat.
Mengutip pengakuan Ketua Kelompok Tani Ria Bersinar, Haposan Siregar mengatakan panen kentang di lokasi Food Estate Desa Ria-ria yang diikuti bersama petani lainnya program food estate itu sangat menjanjikan.
Sebab, program pemerintah tersebut juga menyediakan perusahaan yang mau bekerjasama dengan para petani, seperti PT Parna Raya.
Dari kerjasama itu mereka melakukan usaha budi daya tanaman mulai menanam bawang merah, bawang putih, jagung, dan kentang. Dari budi daya perusahaan memberikan permodalan mulai dari pupuk, membayar pekerja dan hingga pemasaran.
Dalam kerjasama itu, sebut Haposan, petani mendapat keuntungan berupa bagi dua hasil dengan perusahaan pasca panen.
“Jadi, penghasilan ini dari pertanaman yang sejak kami lakukan dengan bekerjasama pihak PT Parna Raya, mulai hasil bawang merah, putih, jagung dan kentang,” tandas Haposan.
Oleh karena itu, jelas meningkatkan penghasilan petani. Sementara, awalnya, sebelum program FE penghasilan mereka hanya sekitar 1 juta kotor perbulan.
“Itu pun tergantung harga di pasar, kalau sekarang saya pribadi sudah mengantongi penghasilan 8 sampai 9 juta perbulan,” ucap Haposan Siregar.
Sementara, Manajer Lapangan PT Parna Raya Harapan Simbolon juga mengaku perusahaan bekerjasama dengan petani bukan mencari keuntungan semata, akan tetapi untuk membantu pemerintah menjaga ketahanan pangan dalam program Food Estate.
“Kita murni membantu program pemerintah dalam ketahanan pangan nasional. Jadi, kita bekerjasama dengan petani membantu mereka mulai dari benih, pupuk sampai upah pekerja kita anggarkan Rp140 juta per hektar,” tukasnya.
Dikatakan Simbolon lagi, selama membantu program pemerintah sudah ada tiga kelompok tani yang bekerjasama dengan perusahaan seluas 11,5 hektar lahan.
Dari luas 11,5 hektare, menurut Simbolon varietas pertanian yang digarap diantaranya pertanian kubis seluas 1 hektar, jagung 5 hektar, dan kentang 5,5 hektar.
“Kita menjalin kerjasama dengan tiga kelompok tani, ada kelompok tani Ria Kerja, Ria Bersinar dan kelompok tani Karejo, jadi luasan lahan mereka ada 11,5 hektar, untuk kubis 1 hektar, jagung 5 hektar, dan kentang 5,5 hektar,” katanya.
Sebelumnya, kelompok tani ini panen kentang dilahan seluas satu hektare mencapai 18 ton. Kualitas dari kentang ini, ternyata berukuran extra jumbo, padahal proses penanaman 100 hari.
“Hasilnya sangat bagus. Dari random sampling perbatangnya mengeluarkan 0,75 Kg kentang perbatang dengan jumlah populasi 24 ribu batang kentang,” ungkap Simbolon dengan raut wajah sumringah.
Selain dari kualitasnya, ternyata harga rata-rata yang diperoleh dari hasil panen kentang dengan kualitas super berkisar 11-12 ribu per kilogramnya. Sedangkan, untuk kualitas lokal 6-7 ribu rupiah, dan untuk kualitas rendang 3-4 ribu per kilogramnya.
“Kalau kualitas lokalnya akan diolah menjadi benih sehingga tidak lagi membeli dari luar daerah dengan harga yang tinggi,” ujar Haposan didampingi Kepala Agronom PT Parna Raya Sakinah Lumbangaol.
Sekaitan sorotan bahwa program lahan food estate banyak yang bilang gagal dan mangkrak, Simbolon mengingatkan jangan menyebarkan berita fitnah.
Menurutnya, program holtikultura di Humbahas sudah cukup membuat masyarakat senang. Karena pendapatan mereka sebelumnya kecil dari proses pertanian, tapi kini memuaskan.
“Jadi kalau ada yang bilang gagal, itu sangat bertentangan dengan yang kami rasakan, kalau menyebarkan berita jangan hanya yang gagalnya di sebarkan, lihat juga yang berhasil seperti kami ini, sudah banyak dari kami yang berhasil sampai membeli mobil baru dari hasil pertanian di FE ini,” kata Haposan.
Berkat program Presiden RI Joko Widodo, tambah Haposan, para kelompok taninya jadi lebih giat untuk bertani.
“Masyarakat disini sangat berterima kasih atas program bapak Presiden. Berkat itu petani pada kelompok tani masyarakat jadi lebih giat dan tidak malas-malasan untuk bertani. Apalagi, ada bantuan dengan bekerjasama ke pihak perusahaan,” tambahnya. (GN21-Rein).

