16.5 C
New York
Sabtu, April 18, 2026

Buy now

spot_img

Terungkap! MinyaKita Kemasan Botol Diduga Palsu Marak Beredar di Pasaran

MEDAN, GlobalNEWS21.id – Jelang bulan suci Ramadhan terkuak ke publik minyak goreng kemasan diduga asli tapi palsu beredar bebas dipasaran. Nama kerennya ‘Minyakita’ aspal.

Akibat terkuaknya ‘Minyakita’ aspal ini ke rana publik, kabarnya pekerja terpaksa diliburkan sementara, karena pengoplos terganggu hingga bikin heboh.

Agen minyak goreng ‘Minyakita’ kemasan ini sudah lama beroperasi di daerah Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Amatan dilokasi, tempat penyimpanan tangki penimbunan minyak goreng ini berada didalam sebuah rumah akan tetapi pintunya selalu tertutup rapat, sepertinya pemilik rumah risih dengan kedatangan wartawan yang hendak konfirmasi.

Sekilas minyak goreng ‘Minyakita’ tampak serupa dengan produk asli, apalagi kalau dikemas ke dalam kardus yang asli. Namun saat diamati lebih teliti ada hal menonjol yang terlihat jelas bahwa minyak goreng itu bukan kemasan asli seperti yang dipasarkan pemerintah.

Terlihat juga dilokasi saat mobil tangki mengisi ke tangki penimbunan di Jalan BLK Gatot Subroto Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal ukuran 1000 liter pekerja berada di dalam rumah pintu roling door terbuka.

Ketika wartawan mengabadikan dan membidik kegiatan mereka dengan kamera ponsel, salah seorang pekerja pakai seragam warna kuning merasa  terusik. “Kenapa di foto-foto bang,” hardiknya.

Belum sempat menjawab pertanyaan sipehardik, tiba-tiba dari arah belakang seorang oknum loreng datang menghampiri awak media.

“Abang siapa? lalu dijawab ‘saya dari media’ sembari menunjukkan KTA dan surat tugas sebagai legalitas melaksanakan kegiatan jurnalistik dilapangan.

Lalu, tidak lama kemudian selang minyak ditarik, dan seketika itu proses pengisian tiba-tiba berhenti, mobil tangki mundur panjang belakang sembari memutar balik ke arah jalan besar.

“Kemasan ‘Minyakita’ ini sudah lama bang dijual dipasaran, kami lihat sebelum abang datang sudah pernah juga wartawan maupun polisi  mendatangi gudang minyak itu, tapi seperti tidak ada masalah,” kata warga setempat inisial NZ (62) dan MR (54), Kamis (9/3/2023).

NZ dan MR menyebutkan bahwa minyak goreng ‘Minyakita’ kemasan ini tak ubahnya seperti oplosan dan diduga tempat usaha pengelola tidak memiliki izin layaknya seperti perusahaan lain.

“Kami curiga bang kalau minyak goreng ini dioplos karena aroma baunya seperti minyak limbah apalagi saat ada pengisian dari mobil tangki ada yang berceceran ketanah ini menimbulkan aroma tidak sedap,” terangnya.

Dikatakan NZ dan MR bahwa mereka juga pernah melihat ada aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk mengambil sample minyak goreng kemasan itu. “Sekarang para pekerja hanya bekerja setengah hari dan yang pasti tidak seperti biasanya lah,” ujarnya.

Lebih lanjut, saat wartawan masih berada dilokasi becak pengantar depot air dan 6 orang pekerja terpaksa tidak bisa masuk rumah dan mereka hanya berbicara lewat telephone genggam, lalu pekerja balik kanan.

Informasi dihimpun dari pekerja bahwa kemasan ‘Minyakita’ berbentuk botol berisi 1 liter dan dikemas dalam karton yang berisi 10 botol. Untuk harga per karton dan perbotol pekerja tidak mengetahuinya.

Diperoleh keterangan dari warga setempat para pekerja penimbunan minyak goreng ini beristirahat pukul 12.00 WIB dan masuk kembali pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, Lurah Lalang Nasir Pohan saat dikonfirmasi soal ada keresahan warga terkait aroma bau minyak goreng kemasan ‘Minyakita’ yang ditimbun hanya menjawab normatif.

“Ok terima kasih infonya, nanti kita kelapangan cek secepatnya warga yang resah,” kata Pohan lewat pesan WhatsApp.

Dikonfirmasi terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Edward Hutabarat mengenai temuan minyak goreng kemasan ‘Minyakita’ mengatakan akan melakukan sidak kelapangan.

“DPRD Medan Komisi III menjelang puasa dan lebaran akan melakukan sidak terhadap harga dan kebutuhan bahan pokok, khususnya beras, minyak goreng dan kebutuhan lainnya,” kata Edward Hutabarat lewat pesan WhatsApp, Kamis (9/3/2023).

Edward menegaskan jika ada temuan masyarakat terkait ‘Minyakita’ oplosan beredar dipasaran pasti segera sidak ke lokasi karena itu sangat berbahaya pada kesehatan masyarakat.

“Iya, ini tidak bisa dibiarkan. Kita akan lakukan sidak ke lokasi karena minyak goreng oplosan ini sangat bahaya kepada kesehatan masyarakat, bisa buat kanker dan bisa saja pengusaha nakal mencampur dengan minyak bekas (jelanta) yang di blancing kembali,” tegasnya. (GN21-BTM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles