DAIRI, GlobalNews21.id – Mengawali tahun 2023, Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Rabu (25/1/2023).k
Rakerda ini dalam upaya menyusun program-program kerja, dengan mengambil tema ‘Sinergisitas dan Kemitraan Menjadi Kunci dalam Mewujudkan Keluarga Berdaya dan Sejahtera’
Kegiatan itu dibuka oleh Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, dihadiri para Staf Ahli Bupati, para Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, Ketua PKK Kecamatan dan Desa.
Ketua TP PKK Kabupaten Ny. Romy Mariani Eddy Berutu mengatakan digelarnya Rakerda ini untuk menyatukan konsep penyusunan rencana kerja PKK secara berjenjang dari Kabupaten, Kecamatan hingga ke tingkat Desa.

Dijelaskan, PKK sebagai mitra Pemerintah yang bergerak bersama, termasuk dalam visi misi Dairi Unggul, maka peran OPD sebagai pembina PKK harus mampu memberdayakan peran PKK. Hal itu sangatlah penting dalam mewujudkannya percepatan perwujudan Dairi Unggul yang kita inginkan.
“Saya harapkan, peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh saat Rakerda ini di desa masing masing,” kata Ny. Romi Mariani.
Ia menyebutkan, tahun 2023 ada 5 Desa yang menjadi concern binaan PKK dalam menyukseskan 10 program PKK. Kelima Desa itu antara lain, Desa Sigambir-gambir di Kecamatan Siempat Nempu Hulu, akan menjadi Desa binaan PKK untuk Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR).

Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan akan menjadi Desa binaan untuk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), DS an Desa Gunung Meriah menjadi Desa binaan untuk tertib administrasi.
“9 Desa di Kecamatan Lae Parira akan menjadi locus binaan untuk Inspection Visual with Acetic acid (IVA test). Tahun ini, semua kegiatan PKK dipercepat, 5 Februari tim Provsu akan melalakukan supervisi. Jadi, mulai besok kita sudah mulai turun ke Desa. Secara khusus Ketua PKK Kecamatam di tahun ini harus lebih proaktif, PKK Kabupaten hanya pembina, tulang punggungnya adalah PKK Kecamatan dan Desa, karena rentang kendalinya ada disana,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Dairi menyampaikan bahwa saat ini, keadaan ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Diakuinya, memang Indonesia sudah lepas dari Pandemi Covid-19, namun tantangan lain seperti Inflasi tinggi akibat berbagai hal juga menciptakan kesulitan ekonomi baru.
“Ini harus di antisipasi, secara khusus karena kita adalah daerah pertanian, kita diminta menjadi penopang bagi daerah disekitar kita seperti Medan untuk mensuplai bahan komoditi pokok,” kata Bupati.
Hal berikutnya yang jadi concern Pemerintah sebagaimana hasil pertemuan para Kepala Daerah se-Indonesia bersama Presiden Jokowi beberapa waktu lalu adalah stunting.
Stunting menurut Bupati diyakini mampu mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga mencegah stunting sedari dini perlu dilakukan.
Pemeriksaan janin saat dalam kandungan diawal kehamilan amat sangat diperlukan guna mengetahui kondisi kesehatan bayi. Tindakan dimasa inilah yang paling mutlak perlu dilakukan. Karena kondisi seperti ini (red:inflasi) adalah kondisi darurat, maka memanfaatkan lahan pekarangan untuk kebutuhan rumah tangga merupakan sebuah solusi kecil namun jitu dalam mengatasi inflasi.
“Saya berharap rakerda hari ini akan membawa impact positif. Saya sangat berharap ketua PKK desa mampu memberikan dorongan dan sumbangsih pemikiran kepada para kepala desa masing-masing untuk secara bersama-sama dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Dairi,” katanya mengakhiri. (GN21-Junitha)

