DAIRI,GLOBALNEWS21.ID – Sudah menjadi rahasia umum,jalan provinsi yang berada di Kabupaten Dairi Sumatera Utara rusak berat hingga puluhan tahun tak kunjung diperbaiki
Berita inipun telah viral dan menjadi konsumsi para awak media kendati sorotan yang berdatangan dari LSM dan Tokoh Masyarakat namun jalan provinsi tersebut tak kunjung di perbaiki.

Sorotan juga datang dari salah satu lembaga anti korupsi DPP LSM GMPSU yang bersekretariat di Kota Medan ini.Tim mengadakan pemantauan dan investigasi langsung ke lokasi titik jalan provinsi kondisi rusak berat tersebut,(30/3/2024) lalu
BACA JUGA :Kondisi Ruas Jalan Provinsi Sepanjang 29 Km Kupak Kapik di Dairi,Disorot Tajam
Dinatal Lumbantobing yang sering disapa DL Tobing selaku Ketum DPP LSM GMPSU yang vocal terhadap pemberantasan korupsi di Sumut menyesalkan sikap Bupati Dairi Eddy Keleng Berutu yang dinilai telah mengabaikan atau seolah-olah tidak mengetahui kondisi jalan provinsi sudah puluhan tahun rusak parah
“Iya,kami sudah turun langsung ke Kab Dairi melihat kondisi jalan provinsi tersebut yang sudah 20 tahun rusak berat..Yaa..sekalipun itu jalan provinsi adalah tanggungjawab dari Pemrpovsu tetapi Bupati sangat berperan untuk memberi atensi kepada pihak pemerintahan yang terkiat”ketus DL Tobing

Dijelaskannya,kondisi jalan provinsi yang sudah puluhan tahun rusak berat di kab.Dairi penghubung di 4 (empat) Kecamatan yakni Tanah Pinem,Sumbul,Pegagang Hilir dan Tigalingga
Kondisi ruas jalan provinsi yang rusak berat tersebut sepanjang 29 km di mulai dari Desa Lingga,Onan Lama,Desa Bukit Baru menuju Kec.Tigalingga yang titk loksi rusak berat persisnya ditenggah dan juga sebagai jalan alternative ke Kota Cane (B.Aceh)
“Kami minta agar Pemkab melalui Bupati Dairi Eddy Berutu agar memberi atensi untuk perbaikan jalan provinsi tersebut jagan hal ini menjadi “Presedent Buruk” bagi Bupati,”Tegas DL Tobing yang juga selaku Owner PT Media Global Group dan PU/Pemjab Media Tipikor Global dan GlobalNews21.Id ini
Menurutnya,atas pantauan dan investigasi yang telah dilakukan serta keluhan dari penduduk yang berdampak ada ratusan jiwa yang tinggal di desa tersbut yang di nilai seperti terisolasi akibat infrastruktur rusak berat penduduk takut keluar rumah jika tidak terpaksa.

