Mandailing Natal,Global NEWS21.id –
Berdasarkan ada nya perbincangan antara awak media dengan salah seorang tokoh masyarakat desa Kampung baru Saidallah Rangkuti terkait kondisi jalan menuju desa Kampung Baru tersebut yang saat ini diketahui aktif sebagai Ketua perwakilan Forum Silaturrahmi Parsadaan Marga Rangkuti, Mardia, Parinduri di Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal, yang beredar unggahan di akun YouTube.

Sekjen FJA ( Forum Jurnalis Dan Aktifis ) Muhammad Sudirmin Nasution melakukan investigasi lapangan pada Jum’at 02/09/2022 terkait kondisi jalan menuju desa Kampung Baru Kecamatan Lingga Bayu.
Pada hasil investigasi yang dilakukan Sekjen FJA dengan ada informasi dari masyarakat setempat ternyata masyarakat desa Kampung baru Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara belum sepenuh nya ikut mencicipi kemerdekaan walaupun sudah 77 tahun NKRI Merdeka.

“Hal ini terbukti dari kondisi jalan menuju desa tersebut apalagi dimusim penghujan seperti saat ini yang setiap hari nya dilewati anak sekolah untuk mendapatkan pendidikan di ibu kota Kecamatan Lingga Bayu di Daerah Kelurahan Simpang Gambir, tak obahnya bagaikan kolam pancing tinggal menaburkan bibit ikan saja sudah bisa melaksanakan pancing mania,” jelas Sekjen FJA .
Lebih lanjut kata Sekjen FJA,”Dan yang paling parah nya dari hasil informasi yang dapat di himpun dari masyarakat setempat adanya kendaraan dari pihak perusahaan yang berlalu lalang melintasi di daerah itu yang menjadi bapak angkat dari kebun plasma yang ada di daerah tersebut, boleh dikatakan saban hari berlalu lalang mengangkat hasil kebun Plasma tersebut tapi yang paling aneh nya sampai saat ini jangan kan hasil plasma yang diterima masyarakat malah abu dan hancur nya jalan lintas menuju desa tersebut yang didapatkan masyarakat tanpa ada perbaikan oleh pihak Prusahana PT. PSU sebagai Bapak angkat Kebun Plasma desa Kampung baru,”lanjut sekjen lebih rinci.
Sementara disisi lain setelah ada nya unggahan terkait kondisi jalan menuju desa Kampung Baru di akun FB Jasuti Lingga Bayu Prihatin melihat kondisi jalan ke kampung baru, adanya tanggapan dari nitysen yang diketahui dari salah satu kru Madina Pos, . “Semoga jadi perhatian pemerintah. Namun untuk Anggaran Pembangun dari APBN untuk infrastruktur jalan terus di upayakan Pak Bupati dan saat ini kadis PU juga berada di jakarta utk urus Anggaran. Anggaran APBD kita sangat terbatas. Utk jalan kabupaten sepanjang 1750 KM sangat sulit di kerjakan kalau hanya APBD. Tersedot 100 Milyard untuk gaji TKS. Keterbatasan APBD itu sehingga mesti bertahap. Semoga Pak Bupati dan Wabup terus semangat ke pusat.
Kalau 100 milyar untuk PUPR wajar khusus di bina marga saja melihat jalan adalah salah satu Prioritas utama / bahkan Wajib di anggarkan kalau Pemerintah melihat mengkaji Peningkatan ekonomi Krakyatan bila Perlu dinas dinas yang tak ada Prestasi di kurangi aja anggaranya menurut saya kata Ali musa Manto Lubis menanggapi.
Disisi lain salah seorang awak media Martabe Henri Lubis menanggapi hal itu sangat menyayangkan kinerja Kepala desa setempat dan juga Camat lingga Bayu dengan kondisi jalan menuju desa Kampung Baru tersebut padahal itu setiap hari harus dilalui anak sekolah yang harus menimba ilmu di tingkat SMP/ MTsN dan SMA dan MAN ujar nya menambahkan.
(Salman Nasution)

