20.9 C
New York
Sabtu, Juni 20, 2026

Buy now

spot_img

Proyek Tembok Penahan Air Deli Serdang, Pelaksana CV PTJ Dinilai “Amburadul”Picu Indikasi Mark Up

GLOBALNEWS21.ID,Deli Serdang – Proyek yang dikerjakan asal jadi alias “amburadul” memicu terindikasi mark-up (penggelembungan dana) adalah bentuk penyimpangan anggaran.

Praktik ini merugikan keuangan negara atau daerah, menurunkan kualitas fasilitas umum, serta memicu tindakan hukum.

Dugaan proyek bermasalah di bawah lingkup PSDA (kini Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi/SDABMBK) di Deli Serdang sudah menjadi sorotan publik dan penegak hukum terkait pengerjaan yang diduga asal-asalan serta dugaan monopoli oleh kerabat kepala daerah

Diduga kurangnya pengawasan dari Dinas SDABMPBK Deli Serdang , sejumlah proyek yang bersumber dari APBD dikerjakan asal jadi oleh rekanan.

Salah satunya pengerjaan tembok penahan air yang berlokasi di ruas jalan Diski-Sadarih Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli serdang

Pantauan awak media, proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dinas SDABMPBK Deli Serdang T.A 2026 dengan pagu anggaran Rp. 397.097.000,Jumat ( 19/6/2026)

Tampak pembuatan tembok penahan air tersebut ,tepi berbelok-belok terkesan dikerjakan asal jadi oleh pihak rekanan dari CV PRATAMA TETAP JAYA.

Selain sebahagian dinding tembok retak, beberapa meter lantai terlihat hancur di beberapa titik.Diduga saat pengerjaan material campuran tidak sesuai spesifikasi

Menanggapi hal itu, salah seorang konsultan bangunan T.Reaza, ST kepada wartawan menyebutkan jika hal itu dibiarkan, tembok yang selesai dibangun terancam ambruk dan dapat merugikan negara,Sabtu (20/6/2026)

Lanjutnya,pihak dari Kontraktor CV Pratama Tetap Jaya dinilai tidak profesional dalam bidangnyayang terkesan pekerjaan dilakukan secara terburu-buru tanpa memperhitungkan dampaknya

Pria yang mengaku pernah sebagai Kontraktor ini menyebutkan tembok penahan air rawan tumbang karena pada sisi dinding tidak dipasang suling-suling yang berfungsi sebagai saluran air yang mengendap pada tanah.

“Jika pada pondasi yang berfungsi sebagai penahan tidak sesuai spesifikasi atau ada pengurangan pasang batu padas/pecah.ini rawan tumbang”kata Reza

Sehingga ,kata Reza seluruh pekerjaan pembuatan tembok penahan air tidak sesuai spesifikasi disana ada korupsi kendati proyek tersebut masih tahap tahun berjalan

“Kendati proyek tersebut masih tahun berjalan ,ini membuktikan permulaan awal yang cukup. Ya,proyek ini dipantau terus hingga dinyatakan selesai dan  dilaporkan ke APH dengan bukti-bukti yang sudah di kantongi karena selisihnya patut diduga memicu terjadinya Mark-Up”jelasnya

Dijelaskannya,dilihat secara kasat mata proyek pembuatan tembok penahan air tersebut memiliki anggaran yang signifikan

“Jika dibandingkan dengan nilai anggaran proyek ,ini sangat signifikan secara kasat mata patut diduga proyek tersebut Mark-Up”pungkasnya

Disisi lain,warga sekitar merasa kecewa mengingat anggaran tersebut adalah bersumber dari pajak masyarakat namun pekerjaan tembok pembatas air tersebut yang sudah fasilitas umum dikerjakan asal jadi

Harap warga,Bupati Deli Serdang lebih memberi atensi terhadap proyek -proyek yang langsung menjadi fasilitas umum,karena dampak langsung kepada masyarakat sebagai pengunanya

“Kami berharap Bapak Bupati lebih memberi atensi untuk proyek yang bersifat sebagai Fasum,karena ini sangat berdampak kepada warga sekitar sebagai penggunanya”harap warga

Publik beropini kurangnya pengawasan dan tindakan mengakibatkan banyak proyek infastruktur di lingkungan Dinas SDABMBK Deli Serdang dikerjakan asal jadi

Terpisah,saat dikonfirmasi kepda Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Deli Serdang ,Janso Sipahutar,S.T melalui via telephone selulair,nada berdiring dan pesan WhatsApp belum ada tanggapannya (Nov.G)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
890PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles