DPW PWDPI Sumut Soroti Dugaan Pemborosan dan Penyalahgunaan Anggaran Pada Kegiatan Penguatan Sinergi Camat Serta Lurah Se Kota Medan.
GLOBALNEWS21.ID,MEDAN – Kegiatan penguatan sinergi camat dan lurah di Se- Kota Medan seperti rapat koordinasi atau outbound yang diselenggarakan oleh Bagian Tata Pemerintahan menuai kritikan oleh masyarakat dan aktivis sebagai potensi pemborosan anggaran.
Anggaran daerah dinilai lebih baik dialokasikan langsung untuk perbaikan fasilitas umum atau penyaluran bantuan sosial.
Isu pemborosan anggaran untuk acara “Pemantapan dan Kepemimpinan Camat dan Lurah se-Kota Medan” ini juga menjadi sorotan DPW Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Sumatera Utara karena instruksi Presiden Prabowo terhadap efesiensi anggaran terkesan diabaikan serta ada kejanggalan terhadap pengunaan anggaran tersebut
Menanggapi hal ini,menurut Ketua DPW PWDPI Sumut,Dinatal Lumbantobing,S H menyampaikan Efisiensi anggaran untuk kegiatan yang tidak mendesak adalah kebijakan strategis untuk mengoptimalkan penggunaan dana dengan memangkas atau menunda pengeluaran yang kurang esensial kepada wartawan ,Senin ( 13/7/2026.)

“Ya,memandang dana yang dihabiskan untuk acara semacam ini cukup besar lebih baik dialokasikan langsung untuk kepentingan dan pelaayanan warga”kata Dinatal
lanjutnya,adapun tujuan efesiensi agar alokasi uang lebih disiplin, tepat sasaran, serta memprioritaskan kebutuhan yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat
Anggaran untuk kegiatan peningkatan kapasitas aparatur ini dinilai rentan terhadap pemborosan dan berpotensi tidak sebanding dengan perbaikan kualitas pelayanan masyarakat secara langsung.
Pemerintah daerah setempat berdalih untuk acara kegiatan penguatan sinergi dan kepemimpinan camat serta lurah se kota medan .Pelaksanaannya di lokasi outdor biasanya di Hotel Hill Sibolangit selama 3 hari
Diungkapnya lagi,unsur masalah bukan hanya terkait efesiensi anggaran namun ada ditemukan kejanggalan terhadap sumber dana dari APBDÂ yang dikucurkan pada kegiatan tersebut tidak transparan
“Kami,menemukan kejanggalan penggunaan anggaran di bidang Tata Pemerintahan (Tapem) Kota Medan tersebut yang dinilai tidak transparan,apakah sumber dana dari APBD mana.. karena berdasarkan investigasi kami data dari SIRUP kegiatan tersebut tidak ada dan apakah telah dilaksanakan proses pelelangan barang dan jasa atau suakeloh serta berapa nilai pagunya serta penyedia jasanya,informasi ini yang terkesan ditutupi “ungkapnya
Lebih lanjut dikatakannya,segala bentuk pengunanan anggaran pemerintah semestinya harus transparan dan tercantum dalam SIRUP Pemerintahan Kota Medan .Untuk menglarifikasi dan memantau transparansi penggunaan dana publik pihaknya akan menyurati serta melaporkan kepada Wali Kota Medan
“Ya,dalam hal ini kami juga segera melaporkan segala bentuk pengunaan anggaran di pemerintah kota medan kepada Wali Kota Medan,Rico Waas yang diduga ada penyalahgunaan anggaran”ucapnya
Penerapan Efesiensi Ini Mencakup :
Penundaan Kegiatan Seremonial: Mengurangi biaya untuk perjalanan dinas luar kota, rapat di luar kantor (hotel), seminar besar, dan kegiatan seremonial yang tidak memberikan hasil langsung.
Optimalisasi Digitalisasi: Beralih ke sistem digital dan paperless untuk menekan biaya cetak dokumen maupun rapat tatap muka melalui pemanfaatan teknologi.
Evaluasi Fasilitas: Pengkajian ulang terhadap pengadaan fasilitas mewah atau kendaraan dinas berlebih bagi pejabat publik.
Berdasarkan hasil pantauan awak media,ada sekitar ratusan setingkat Lurah dan Camat menginap di Hotel mewah The Hill Sibolangit,sejak hari Jumat-Minggu ( 10 – 12/7/2026).Acara ini terlihat merujuk pada kegiatan di luar ruangan (outdoor)
Konfirmasi kepada Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem),Sekretaris Daerah Kota Medan,Rudy Asriandy,S.STPÂ menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program yang sudah direncanakan sesuai dengan mekanisme perencanaan dan penggangaran di TA 2026 kepada globalnews21.id,Senin ( 17/7/2026) lewat pesan WhatsApp
Lanjutnya,kegiatan tersebut untuk menguatkan kinerja dan pemahaman tugas bagi Camat dan Lurah Se-Kota Medan yang terdapat materi-materi mengharuskan pelaksanaannya di lokasi outdoor.
“Dalam pelaksanaannya,kami tetap berpedoman pada prinsip efesiensi,efektifitas,akuntabilitas dan kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah mengenai pengelolalaan keuangan daerah”jelas Rudy
Ditegaskannya,anggaran yang digunakan betul-betul dioptimalkan untuk mendukung peningkatan kapasitas aparatur dalam memberikan yang lebih baik lagi kepada masyarakat
Kemudian,saat ditanya sumber dana APBD dari mana di kucurkan dan apakah sudah ada terdata dalam Sistim Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP)
Rudy, sepertinya tidak dapat memberikan penjelasannya karena lewat pesan WhatsApp tidak berbalas dan lewat telephone selulai pun nada berdering tidak dijawab  (Tim)