BerandaHUKUMDPP LSM GMPSU Menilai  Kinerja DLH Kota Medan Terkesan Lambat dan Tidak...
spot_img

DPP LSM GMPSU Menilai  Kinerja DLH Kota Medan Terkesan Lambat dan Tidak Profesional

MEDAN,GLOBALNEWS21.ID – Terkait adanya pencemaran lingkungan yang diduga akibat limbah medis yang berasal dari Rs Mitra Medika yang membuang limbah medis sembarang tempat di pemukiman warga DPP LSM GMPSU menurunkan tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan  dan unsur Kecamatan Medan Amplas,Senin (20/5/2024)

Dari hasil verifikasi di lapangan menurut keterangan Kepala Bidang (Kabid) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan,Alwendra Barus kepada Globalnews21.id mengatakan diperoleh fakta

dpp lsm gmpsu
Ket Gbr : Limbah Medis berupa B3 yang dibuang ke lokasi pemukiman warga diduga berasal dari Rs Mitra Medika

1. Rs telah memiliki ijin penyimpanan sementara limba B3 dan memiliki kerjasama dengan Adhi Karya dalam hal pemusnahan limbah infeksius.
2. Rs sudah memili IPAL sesuai prosedur dan ijin pembuangan air limbah yang masih berlaku.

Kemudian saat ditanya bahwa adanya temuan limbah medis yang dibuang di pemukiman warga,jawab Alwendra

“Pada verifikasi tadi,tidak kita temukan adanya pembuangan limbah ke tanah warga yang dimaksud”jawabnya

Menanggapi hasil verifikasi DLH Kota Medan itu,menurut Dinatal Lumbantobing Ketum DPP LSM GMPSU kepada awak media mengatakan kami merasa sangat kecewa dengan kinerja DLH Kota Medan yang terkesan lambat dan hasil verifikasi dilapangan diduga ada rekayasa,Rabu ( 22/5/2024)

“Iya,jauh sebelumnya telah diinformasi terkait limbah medis ini lewat surat tembusan DPP LSM GMPSU ke Camat Medan Amplas tapi lebih satu minggu baru tim DLH bersama Kecamatan turun ke lokasi untuk verifikasi”jelas Ketum

Dijelaskannya,sebelum kedatangan tim DLH pihak Rs Mitra Medika telah membersikan limbah medis berupa B3 dari lokasi tempat pembuangan di pemukiman warga

dpp lsm gmpsu
Ket Gbr : Tim DLH dan Unsur Kecamatan saat melakukan verifikasi lapangan

Kemudian ,sebelum tim DLH datang untuk verifikasi ke lapangan saluran limbah cair dari Rs Mitra Medika sebelumnya masih mengalir deras ke parit warga namun setelah kedatangan tim DLH seketika berhenti

“Iya,kami menduga ada kongkalikong antara petugas DLH dengan pihak Rs Mitra Medika dan hal ini bisa kami buktikan dari hasil rekaman video tertanggal 18 Mei 2024 aliran limbah cair dari rumah sakit masih deras mengalir ke parit pemukiman warga”ungkapnya

Dijelaskannya,saat kedatanggan tim DLH untuk verifikasi kelapangan tanggal 20 Mei 2024 pukul 11.33 Wib sementara paginya terlihat limbah cair dari Rs Mitra Medika telah berhenti total

“Hal inilah yang menguatkan dugaan kami ada rekayasa antara  petugas DLH Kota Medan dengan pihak rumah sakit dengan kesimpulan verifikasi  mengatakan tidak ditemukan adanya pembuangan limbah medis oleh Rs Mitra Medika ke lokasi pemukiman warga”ungkapnya

Mirisnya,hasil verifikasi yang disampaikan oleh DLH hanya secara lisan tanpa ada bukti-bukti berupa dokumentasi seperti tempat penyimpanan sementara B3,izin dan pengolahan melalui IPAL serta hasil uji laboratorium dari limbah cair

Belum sampai disitu,bahwa berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan oleh LSM GMPSU serta bukti rekaman video di lokasi pengolahan limbah diduga Rs Mitra Medika tidak memiliki IPAL dan ada ditemukan pembuangan limbah B3 di lokasi tanah kosong pemukiman warga serta limbah cair dari Rs Mitara Medika ke parit warga

Oleh sebab itu pihak DPP LSM GMPSU segera melakukan tindaklanjut menyurati Kementerian Lingkungan Hidup RI melakukan klarifikasi dan konfirmasi sejauhmana kebenaran izin dan pengolahan limbah medis dari Rs Mitra Medika

“Iya,kami merasa tidak puas dengan kinerja dari DLH Kota Medan maka untuk menindaklanjuti permasalahan ini segera menyurati Kementerian LH RI dan tembusan ke Wali Kota Medan,OMBUSMAN Sumut,DLH Sumut dan APH”ujar Ketum

Harapnya,terkait kasus limbah medis pemerintah terkait diminta harus bekerja secara profesional dan transparan serta jangan ada praduga hasil verifikasi direkayasa

“Kami minta kepada pemerintah terkait bekerja secara profesional dalam mengungkap maasalah limbah medis  jangan ditutup-tutupi dan harus dibuka secara transparan  ini tetang pencemaran lingkungan yang merupakan Hak Azasi Manusia karena setiap mahluk hidup membutuhkan lingkungan yang sehat” harapnya

Informasi yang dihimpun bahwa warga ling VIII Kelurahan Harjosari 1 Kecamatan Medan Amplas merasa sangat kecewa kedatangan tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan bersama unsur kecamatan tidak ada meminta keterangan dari warga

“Tim DLH beberapa jam di Rs Mitra Medika dan lalu mendatanggi lokasi tempat pembuangan limbh medis hanya beberapa menit langsung pergi lagi tanpa meminta keterangan dari warga,padahal saat itu warga ramai melihatnya..apakah begitu cara kerja DLH “ujar warga

Menurut salah seorang Tokoh Masyarakat,Hamid Sianturi bahwa kedatangan tim DLH meninjau lokasi pembuangan sampah di lingkungan warga tidak membawa solusi malah seperti berpihak ke rumah sakit

“Tadinya kami menunggu pertanya-pertanyaan dari DLH,karena saat penundaan kedatangan tim dari DLH pihak rumah sakit telah membersikan limbah B3 dari lokasi,kemudian sebelum tim DLH datang limbah cair yang semulanya dialirkan ke parit warga pun sudah terhenti,ini seperti ada seetingan”kesal Sianturi

 “Iyaa,ini sepertinya sudah seetingan untuk menghilangkan barang bukti baru tim DLH datang untuk melakukan verifikasi “ungkapnya

Menurut Sianturi kekecewaan warga ini akan berlanjut untuk mengadakan aksi unjuk rasa ke kantor Wali Kota agar Bobby Nasution mengetahui permasalahan fakta yang sebenarnya  dan menindak tegas pelaku pembuangan limbah medis serta mengevaluasi kinerja oknum  DLH Kota Medan ( Robet Harja)

Must Read

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini