20.7 C
New York
Rabu, September 9, 2026

Buy now

spot_img

Soal Penganiayaan Mekanik di Sunggal, Ini Kata Kapolrestabes Medan

MEDAN, GLOBALNEWS21.ID – Mekanik berusia 20 tahun bernama Azis yang mengalami penganiayaan di perumahan Sukamaju Indah, Desa Sukamaju, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara mendapat respons dari kepolisian.

Sebagaimana diketahui, korban Azis dianiaya oleh RH alias Reji yang diduga komplotan “geng motor” di halaman rumahnya Perumahan Sukamaju Indah Blok J No. 5 Desa Sukamaju, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang pada Sabtu (18/3/2023) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Akibat penganiayaan itu, bagian kepala di pelipis korban mengalami bengkak, mata sebelah kanan perih, dan mental diduga terganggu.

Tak terima atas peristiwa tersebut, beberapa jam kemudian korban mendatangi kantor polisi. Azis membuat laporan pengaduan di SPKT Polsek Sunggal.

Laporan itu diregristasi nomor STTLP/B/554/III/2023/SPKT/Polsek Sunggal/Polrestabes Medan, tertanggal 18 Maret 2023, terlapor Reji dan pelapor Azis.

Sambil menunggu proses di polisi, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda berjanji akan mengecek kasus tersebut.

“Baik, akan kami cek kembali. terima kasih,” kata Kapolrestabes Medan lewat pesan WhatsApp, Senin (20/3/2023).

Selain itu, mantan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumut ini juga meminta bukti laporan korban untuk segera dilakukan pengecekan. Ia meminta bukti laporannya di fotokan.

“Mohon kirimkan foto bukti lapornya agar kami cek kembali,” ujar perwira menengah Polri lulusan Akpol 1994 itu.

Bak Jagoan Minta Rokok Gratis dan Ngutang, Pria Ini Marah-marah Aniaya Warga Sunggal

Sementara, Azis saat menceritakan peristiwa penganiayaan itu memohon agar polisi segera menangkap terduga pelaku yang menganiaya dirinya.

“Saya mohon kepada Kapolrestabes Medan dan Kapolsek Sunggal, bantulah kami masyarakat ini pak agar cepat menangkap terduga pelaku yang menganiaya, saya butuh keadilan,” pinta Azis sambil menahan rasa sakit di bagian pelipis matanya yang belum sembuh, Minggu (19/3/2023).

Lebih lanjut, Azis menceritakan awal mula penganiayaan terhadap dirinya. Saat ia dan adiknya bernama Dedek serta dua orang temannya bernama Kebo dan Fajar tengah memperbaiki sepeda motor di halaman rumahnya (TKP) di Perumahan Sukamaju Indah Blok J No. 5, Desa Sukamaju, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Ketika mereka sedang memperbaiki sepeda motor, terlapor atau terduga pelaku bernama Reji dan satu temanya lewat dari depan rumah mereka sambil mendorong sepeda motor yang diduga rusak atau kehabisan bensin. Saat lewat, adik korban bernama Dedek menegurnya dan pelaku menghampiri serta minta rokok.

“Saya menjawab tidak ada rokok, lalu pelaku meminta kepada temanku yang kerja karyawan grosir di depan rumah. Pelaku meminta secara paksa namun temanku tidak memberikan,” kata Azis.

Lantaran rokok yang diminta tidak ada, pelaku malah ingin ngutang di grosir dan akan dibayar Sabtu malam harinya, namun ditolak. Karena tak dituruti pelaku menjadi kesal sehingga terjadi percekcokan mulut antara mereka.

Saat percekcokan sedang berlangsung, salah satu teman pelaku masuk ke halaman rumah, suasana pun mulai panas. Karenanya korban menyampaikan ke mereka agar jangan berisik atau ribut-ribut lantaran orangtua korban sedang tidur.

“Bang jangan bising nanti ayahku bangun,” ujar korban. Tetapi pelaku justru menjawab “Kenapa kalau bising”. Korban tak menghiraukan jawaban itu, ia lebih memilih mengerjakan sepeda motor yang diperbaiki.

“Waktu itu pelaku langsung marah-marah dan masuk ke halaman rumah dan langsung mencekik temanku, lalu saya masuk ke dalam mengambil kunci melanjutkan memperbaiki sepeda motor,” kata pria berprofesi mekanik itu.

Ketika hendak masuk ke dalam rumah, pelaku menghalangi korban sambil mengantukkan atau membenturkan kepalanya ke korban tepat di bagian kelopak mata, sambil menghardik “Apa kau”, kemudian korban menjawab “Apanya abang ini orang aku mau masuk rumah,” ucap korban.

Rupanya pelaku tak merasa puas, ia malah marah-marah tak karuan ke korban dan teman-temannya yang ada di bengkel tersebut. Melihat kejadian itu salah satu teman korban yang saat itu berada dalam rumah lalu keluar untuk berusaha melerai serta memisahkan mereka yang saling ribut.

“Setelah dilerai, temanku bernama Kebo memberikan rokok ke pelaku, setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan lokasi,” tukas pria kelahiran Medan, 19 Agustus 2003 itu. (GN21-Red)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
895PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles