12.6 C
New York
Sabtu, April 18, 2026

Buy now

spot_img

2 Gudang Diduga Timbun BBM Ilegal di Lahan Garapan Pasar 9 Dibeking Oknum Preman Rambut Cepak                                        

DELI SERDANG, GlobalNEWS21.Id – Maraknya dugaan penimbunan BBM hingga menjadi sorotan dan bahan pergunjingan di masyarakat berimbas ke lini ekonomi.

Belum lagi penimbunan itu diduga dibeking oleh oknum preman berambut cepak.

Diketahui sejak 2 bulan terakhir telah terjadi dugaan penimbunan BBM di lahan garapan Pasar 9 Gas, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang keberadaanya diduga kuat ilegal.

Tampaknya kawasan itu dijadikan lokasi strategis bagi kelompok-kelompok penjahat mafia migas.

timbunan
Lokasi diduga tempat penimbunan BBM jenis solar (Foto:dok.istimewa)

Berdasarkan informasi yang dihimpun GlobalNews21.id, kegiatan gudang penimbunan BBM tersebut semakin merajalela tanpa ada tindakan dari aparat penegak hukum maupun pihak terkait.

“Kegiatan penimbunan BBM ini sudah berjalan lebih kurang 2 bulan bang, sepertinya mulus-mulus saja tanpa ada kendala, mungkin karena ada di beking preman berambut cepak,” kata narasumber yang enggan menyebut namanya.

Narasumber menambahkan bahwa pemilik gudang itu berinisial US dengan ukuran 20 x 20 M² diduga untuk menimbun jenis solar. Dan gudang kedua disebut-sebut milik A ukuran 50×50 M². Modusnya mereka mengumpulkan limbah PKS (Pabrik Kelapa Sawit untuk diolah menjadi bio-solar.

Kedua bangunan semi permanen itu juga dilengkapi dengan kamera pemantau CCTV dengan pagar tembok pengaman, dan pintu gudang yang terbuat dari plat besi.

“Kalau gudang yang ditengah itu ngolah solar, lalu dijual ke pabrik-pabrik. Sementara kalau gudang yang agak kedalam sana itu, itu adalah miko (minyak kotor) disitu tempat pengolahan limbah PKS untuk dijual ke Hongkong,” ujar narasumber menerangkan.

timbunan
Tempat yang diduga penimbunan miko (Minyak Kotor). (Foto:dok.istimewa)

Disamping itu, terendus kabar bahwa gudang penimbunan minyak solar itu adalah sebagai penadah minyak mentah yang sengaja didatangkan dari beberapa daerah seperti Tanjung Pura, Langkat dan Aceh. Lalu dicampur atau  dioplos dengan minyak solar yang asli hasil pembelian secara ilegal dari gudang-gudang, setelah itu baru dijual ke beberapa industri yang sudah memesan.

Sementara, dampak dari adanya mobilisasi tangki yang mengangkut BBM telah mengakibatkan jalan menjadi becek terlebih saat turun hujan. Selain itu juga berdebu saat cuaca panas, sehingga masyarakat sekitar menjadi resah. Seperti diungkapkan Tumini (50) sebelum ada gudang itu jalan mereka cukup bagus walaupun jalan tanah.

Terkait keberadaan 2 unit gudang tersebut, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Mustafa Nasution saat dikonfirmasi belum berhasil, dan dicoba menghubungi nomor ponsel tidak aktif.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Rudi Syahputra mengatakan akan melakukan  penyelidikan.

“Terima kasih infonya Pak. Akan kami lakukan penyelidikan,” ujarnya dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (4/3/2023). (GN21-Tim).

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles