25.4 C
New York
Sabtu, Juni 13, 2026

Buy now

spot_img

Wabup Tapsel: Pentingnya Pembangunan Perbatasan dan Ruang Ekonomi Sipirok, Batangtoru

TAPSEL, GlobalNEWS21.id – Wakil Bupati Tapanuli Selatan, (Tapsel) Rasyid Assaf Dongoran, yang juga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara menyampaikan beberapa kebutuhan di Kabupaten TapselĀ untuk masa depan.

Lewat sambungan telepon, Minggu (15/1/2023), Rasyid menyampaikan 3 (tiga) hal penting kebutuhan untuk percepatan ekonomi Tapsel di masa depan yaitu;

1. Pembangunan akses jalan yang baik di seluruh titik masuk dan keluar perbatasan antar Kabupaten, sehingga masyarakat yang tinggal di beberapa Desa Perbatasan Kabupaten Tapsel dengan Kabupaten lain bisa bersemangat untuk berproduksi pada sektor Pertanian, Perkebunan dan Perikanan.

Jika kedepan ini bisa dilakukan percepatan dan tentunya dengan kualitas akses jalan yang lebar, sehingga dapat dilalui oleh truk pengangkut hasil bumi dari titik terjauh sekalipun, tentu hasil buminya akan gampang dijual ke Kabupaten di luar Tapsel.

Sehingga pada gilirannya, sebut Rasyid, uang dari luar Tapsel akan mengalir ke dalam wilayah Tapsel, khususnya wilayah pinggiran. Hal ini disebut penciptaan spot-spot pertumbuhan ekonomi di pinggiran wilayah Tapsel. Tentu hal itu harus dirancang dan dilaksanakan, bukan dalam perspektif sekedar bangun infrastruktur jalanĀ aspal atau rabat beton semata.

“Kita harus mempertimbangkan pola alur jalan tersebut, mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah pinggiran dari produksi hasil bumi yang berakibat pada keunggulan efisiensi biaya transport produk kitaĀ  keluar Tapsel. Finalnya, harga hasil bumi kita dapat bersaing (gampang laku dan harga menguntungkan) dibandingkan dengan Kabupaten lain,” ujarnya.

2. Dibutuhkan pengembangan wilayah Sipirok yang selama ini hanya terkesan “Pasar Sipirok semata”, pada masa depan harus di usahakan agar pasar Sipirok menjadi kota legenda yang ramah budaya dan modern.

“Misalkan kita fokus kan untuk pariwisata berbudaya seni dan kuliner. Dalam konteks pengembangan wilayah ekonomi perkotaan maka ke depan mendesakĀ  di kembangkan wilayah Sipirok sebagai segi 5 (lima) ekonomi,” ungkapnya.

Misalkan dari pasar Sipirok ke Bunga BondarĀ Arse dan dibuka jalan lebar yang tembus ke Tabusira dan berbelok lagiĀ ke arah markas Brimob, kemudian kembali ke pasar Sipirok. Segi 5 wilayah pengembangan ekonomi perkotaanĀ ini merupakan ruang wilayah ekonomi baru yangĀ  ramah lingkungan.

“Dibutuhkan pelebaran jalan-jalan dan perlindungan sungai-sungai, pada gilirannya arah pertumbuhan ekonomi pemukiman perumahan rakyat, perkantoran swasta, gedung-gedung pendidikan, pasar industri kecil dan terminal perdagangan,” ucapnya.

Sehingga, kata Rasyid, pengembangan kota 20 (dua puluh) tahun kedepan akan terus menjauh dari cagar alam Dolok Sibual Buali yang kebetulan juga sebagai gunung aktif vulkanik.

“Pada masa depan kawasan sekitaran Sibual Buali tetap lestari sebagai hutan dan perkebunan rakyat, hilangnya desakan kebutuhan ruang tinggal masyarakat ke arah gunung Sibual buali,” bebernya.

Dikatakannya, jika 5 (lima) segi ini terjadi maka akan sangat berpengaruh positif pada Kecamatan Angkola Timur dan Angkola Selatan. Jarak tempuh antara kota Sipirok ke Bandara Aek Godang hanya 30 menit saja.

“Kebutuhan pembangunan masa depan ini akan berdampak pada putaran ekonomi yang baik, sebagai Kabupaten produksi dan berkinerja, bukan mengandalkan putaran ekonomi konsumtif semata,” terangnya.

3. Menatap jauh kedepan bahwa kawasan Batangtoru dan Muara Batangtoru, Tantom, Sayurmatinggi, Angkola Sangkunur perlu disatukanĀ  konsep pembangunan kawasan industri dan wilayah perkotaan yang terintegrasi dengan pengembangan pesisir laut ekonomi hijau.

“Karena daerah ini pertumbuhan ekonominya terdongkrak dari sektor putaran ekonomi perkebunan sawit dan tambang emas, pariwisata, di mana, sebutnya, modernisasi kota Batangtoru perlu di dorong demi dan percepatan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

“Saya pikir ituah kebutuhan ke depan, saya sulit menjelaskannya jika lewat telepon, kapan-kapan kita buat diskusi tentang gagasan-gagasan yang masuk akal dan realistis untuk dilaksanakan,” pintanya.

Diakhir pembicaraannya, Rasyid Assaf menyampaikan semoga ke depan Kabupaten Tapanuli Selatan bisa di kelola menuju kota yang moderen dan bermartabat. (GN21-DIP)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
891PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles