MEDAN,GLOBAlNEWS21.ID – Trotoar jadi lahan perbengkelan hingga sampai memakan badan jalan yang menimbulkan sering terjadi kemacetan dan menjadi keresahan warga berjalan kaki

Kendati hal ini sebelumnya telah dilakukan konfirmasi ke Trantib Kelurahan Darat,Sanddan dan Lurah ,Mikawati Tarigan namun hingga sampai saat ini sepertinya belum ada tindakan.
Sementara Kepling lingkungan 1,Seri Rahayu belum dapat dijumpai awak media atas keterang salah satu kepling di kecamatan medan baru,bahwa kepling lingkungan 1 sedang sakit.
Menanggapi hal tersebut,saat konfirmasi lewat WhatsApp (Wa) kepada Camat Medan Baru,Frans Siahaan yang disampaikan lewat pesan wa,Rabu (7/12/2022)

“Baik Pak,segera kami cek,hasil pantauan kami jika diperlukan kami buat surat teguran usaha tersebut tembusan ke dinas perhubungan dan lantas”Ucap Camat lewat pesan wa
Terpisah,sebelumnya saat pantauan tim awak media atas adanya laporan dan keresahan masyarakat pengguna jalan seperti yang terjadi di Jalan Jamin Ginting Lingkungan 1 Kelurahan Darat Kecamatan Medan Baru ,Senin ( 6/12/2022)
Terlihat di 4 titik adanya usaha perbengkelan yang memakai lahan trotoar hingga memakan badan jalan,kendati hal ini sudah disampaikan Warga setempat kepada Kepala Lingkungan ( Kepling )1,sepertinya tidak dihiraukan.

Parahnya,menurut laporan warga setempat Kepling Seri Rahayu diduga tidak berdomisili di lingkungan 1 bahkan warga setempat tidak mengetahui keberadaan tinggal kepling
“kami sendiri yang tinggal di lingkungan 1 tidak tahu dimana tinggal kepling pak “ Ujar warga saat ditanya awak media.
Menurut keterangan warga setempat terkait trotoar dijadikan lahan uasaha perbengkelan dan percetakan hal tersebut sudah berulang kali disampaikan bahkan ke kepling lingkungan 1 sering hilir mudik di usaha tersebut
Terpisah,sebelumnya saat wartawan sedang memperbaiki sepeda motor di perbengkelan tersebut di hampiri warga melihat ada berpakaian seragam Pers
‘Bapakkan wartawan,tolong diberitakan fasilitas umum disini dijadikan usaha perbengkelan,kami kesulitan jika berjalan kaki terpaksa harus berjalan di tepi jalan besar,takutnya bisa tersengkol kendraan yang melitas pak”Resah warga
Informasi yang dihimpun hal ini menjadi sorotan warga setempat,pihak kecamatan medan baru tidak bisa memberi tindakan tegas terhadap para pengusaha yang ada disekitar trotoar tersebut timbul persepsi ada upeti bulanan dari pengusaha
Kata warga “kami heran pak,masalah ini sudah sering disampaikan ke kepling tapi sepertinya tidak ada tanggapan, jangan-jangan sudah ada setoran bulanan dari pihak pengusaha ke pada oknum yang terkait pak”Keluh warga tersebut (TIM)

