Hamparan perak,GlobalNews21.id – Pengrajin Tradisional,Bunda Yetti Dumasari yang sukses menciptaan peluang kerja untuk meningkatkan perekonomian Masyarakat.
Bunda Yett,memanfaatkan bahan dari kulit kerang yang sudah tidak berguna,ternyata saat diolah menjadi barang yang sangat berguna dan bahkan banyak diminati oleh masyarakat luas.
Peminat Bunga Hias dari kulit kerang bukan saja masyarakat Indonesia bahkan orderan sudah sampai ke luar negeri salah satunya dari negara Jepang.
Tim GlobalNew21.Id saat berkunjung ke tempat Pengrajin Tradisional Bunda Yetti Dumasari (50) di Desa Klambir 5 kebun gang gembira , kecamatan hamparan perak , kabupaten Deliserdang – Sumatera,Kamis (8/7/2022)

Yetti mengatakan, mempunyai ide kreatif seni mengolah bahan kulit kerang dirangkai menjadi bunga hias terlintas saat terjadi Pandemik Covid 19 membuat keterpurukan perekonomian masyarakat,hingga akhirnya mencari bahan yang sudah tidak dipergunakan yang tidak harus mengeluarkan banyak modal,Ujarnya
Lanjutnya,kerajinan tradisional kulit kerang ini juga telah di rasakan manfaatnya oleh warga setempat terlebih kepada para muda -mudi yang putus sekolah atau penggangguran yang nantinya mereka juga bisa mengembangkan usaha ini untuk sumber perekonomiannya.Pungkas Yetti.

“Kerajinan ini sudah saya tekuni berkisar 4 ( empat ) tahun , saya juga sudah punya relasi dari berbagai tempat untuk penjualannya saya sudah punya pasar dan saya juga sudah mendapat tawaran di luar negeri , yaitu negara Jepang ,” tuturnya .
Pantauan awak media di lokasi rumah kediaman Yetti Dumasari ( 50 ) banyak terlihat motif motif kreasi unit bunga dari kulit kerang tersebut selain bunga kulit kerang terlihat juga , meja dari bongkahan akar kayu yang sudah di modifikasi kreasi oleh Yetti Dumasari .
Yetti Dumasari berharap ,” semoga ide kreatif merangkai bunga dari kulit kerang ini dapat menginfirasikan kepada Pemerintah Kota Medan maupun Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara agar dapat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,khususnya Sumut ,” harapnya .( NYAK)

