HUMBAHAS, GlobalNEWS21.id Program Lumbung Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dengan nama Food Estate (FE) yang salah satunya difokuskan di Humbang Hasundutan (Humbahas), membawa nikmat pada masyarakat khususnya di Desa Ria-ria, Kecamatan Pollung. Senin, (13/3/2023).

Selain hasil pertanian dari Food Estate, masyarakat sekitar desa Ria-ria juga bisa menikmati hasil program tersebut, dengan terciptanya lapangan pekerjaan baru sebagai buruh tani.
Seperti dikatakan Elizabeth Purba, warga desa Ria-ria yang bekerja dilahan Nurhaty, dirinya mengatakan sangat terbantu dengan bisa bekerja sebagai buruh tani dilahan Amintas dan petani lain di Food Estate dengan upah 80 ribu rupiah perhari.
“Saya sangat bersyukur ada program ini, bekerja dilahan pertanian Food Estate bisa membantu saya dan keluarga, saya dan suami saya bisa bekerja, dengan upah 80 ribu rupiah perhari per orang, sudah ditanggung makan siang, dengan rata-rata 20 hari kerja dalam sebulan,” kata Elizabeth.
Elizabeth juga mengatakan bekerja di lahan pertanian FE merupakan pekerjaan utamanya, dirinya dan suaminya bisa membangun rumah dari bekerja harian di lahan Food Estate Humbahas.
Dia mengatakan sebelum ada program FE, dirinya sebagai buruh tani menerima upah paling minimum dengan upah harian 70 ribu rupiah perhari.
“Saya dan suami saya berpenghasilan dari bekerja harian di FE ini, kami bersyukur dari upah harian kami bisa membangun rumah, meskipun sederhana, sebelumnya tidak menentu penghasilan kami, hanya dikisaran 70 ribu rupiah perharinya, sekarang bisa 80 ribu perhari,” Kata Elizabeth.
Hal itu dikatakan Elizabeth kepada Awak media ketika dirinya melakukan panen kentang di lahan Nurhaty Siregar (58 tahun) dari kelompok Tani Ria Kerja.
Nurhaty saat melakukan panen kentang mengatakan panen kentangnya sudah sangat memuaskan, dengan harga rata-rata 8 ribu rupiah per kilogramnya, dimana sebelum bertani di FE dirinya tidak memiliki penghasilan dari pertanian.
“Hasilnya ini sudah sangat memuaskan, padahal hanya luas lahan kurang lebih 1 hektar, ini kita sudah sangat gembira dengan hasil ini,” Kata Nurhaty.
Dikatakannya, semenjak dirinya mengikuti program lumbung pangan nasional Food Estate, telah mendapatkan penghasilan rata-rata 7 sampai 8 juta perbulan hanya dari hasil pertanian.
“Kalau saya sudah banyak menikmati hasil dari pertanian FE ini, berbagai macam komoditas pertanian mulai dari bawang, sayur kol, jagung sampai kentang, itu sudah saya nikmatin semua dengan hasil panen yang bagus dan harga tinggi,” Ujar Nurhaty.
“Jadi penghasilan kami setelah ikut FE bisa 7 sampai 8 juta perbulan bahkan lebih, saya juga bisa beli mobil pickup untuk membantu kami dalam pertanian kami,” Tambahnya.
Sebelumnya, kata Nurhaty dirinya hanya mendapatkan penghasilan dari warung dirumahnya yang penghasilannya tidak menentu, namun setelah ada program FE bisa berpenghasilan lebih dari hasil pertanian.
“Sebelumnya penghasilan saya hanya dari warung dirumah, jadi sangat kurang lah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, namun setelah ikuti program ini (FE) kami bisa berpenghasilan tinggi seperti yang saya katakan tadi,” Kata Nurhaty.
Nurhaty juga berbangga hati akibat dari pertaniannya bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar desanya tersebut.
Dijelaskannya, saat ini dirinya mempekerjakan 9-10 orang setiap harinya dilahan pertanian miliknya tersebut, dengan upah harian 80 ribu rupiah per harinya.
“Ya saya juga bisa bersyukur karena orang-orang di sekeliling saya bisa bekerja, bisa menciptakan lapangan pekerjaan, saya mempekerjakan 9 – 10 orang perhari dengan upah harian 80 ribu perhari,” Kata Nurhaty. (GN21-REIN)

