SITARO, GlobalNEWS21.id – Warga Kelurahan Tarorane Lingkungan I Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria di kediamannya, Sabtu (31/12/2022) pagi.
Informasi diperoleh dari Kapolsek Siau Timur, AKP Tommy Oroh mengatakan mayat pria itu merupakan warga Kelurahan Tarorane Lingkungan I berinisial SS (68), ditemukan tak bernyawa dengan posisi terlentang di tempat duduk kayu panjang sekitar pukul 07.00 WITA.
Dijelaskan Tommy, sekira pukul 07.10 WITA piket Polsek Siau Timur menerima informasi penemuan mayat. Pada saat itu personel piket bersama Waka Polsek Siau Timur Ipda Harli Essing Buida langsung menuju TKP di Kelurahan Tarorane Lingkungan I.
Berdasarkan keterangan para saksi I FM (62) dan saksi II GL (9) mengatakan bahwa pada saat itu saksi sedang jalan sehat. Saat bertepatan di depan rumah korban, saksi I berhenti dan bertepatan saksi II lewat.
Kemudian menyuruh saksi II untuk melihat kalau korban berada di rumah, kemudian saksi II menuju rumah korban, dan menemukan korban sudah tidak bernyawa terbaring di atas tempat duduk panjang.
“Melihat hal tersebut saksi I langsung menghubungi Kepala Lingkungan 1 Kelurahan Tarorane,” ungkap Kapolsek.
Saksi lainnya, MM (65) menuturkan pada 25 Desember 2022 sekitar pukul 21.00 WITA korban melewati depan rumah saksi, kemudian saksi menegur korban karena korban suka minum-minuman keras.
Polisi pun segera bertindak dan langsung menghubungi petugas medis, berdasarkan analisa medis korban meninggal dunia karena sering meminum beralkohol, padahal keluarga sudah sering melarang untuk minum beralkohol, akan tetapi korban tidak mengindahkan.
“Korban tidak mempunyai riwayat penyakit, tetapi korban sudah sering meminum-minuman beralkohol (Cap tikus), dan dia hanya tinggal sendirian di rumah place (rumah keluarga),” kata kakak korban.
Sementara, keterangan dari medis Puskesmas Ulu Siau Kelurahan Taorane, dr Miranda G.C Dame menyatakan mayat tersebut sudah lebih dari 24 jam, dan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Saat ini pihak keluarga menolak di lakukan pemeriksaan atau autopsi dan telah mengikhlaskan kepergian almarhum,” dr Miranda.
Namun kepolisian tetap akan melakukan penyelidikan tentang penyebab kematian korban yang tidak menutup kemungkinan ada orang lain yang mengetahui sebab-sebab terjadinya peristiwa tersebut.
Pihak keluarga pun langsung melaksanakan penguburan di belakang rumah korban di Kelurahan Taroran Kecamatan Siau Timur. (GN21-Red).

