“Masyarakat Ancam Akan Melakukan Aksi Turun Ke Jalan”
Sidikalang globalnews21.id – Mengingat bencana tanah longsor yang terjadi di sejumlah kecamatan, hingga mengakibatkan kerusakan parah pada infrasturuktur jalan menuju Desa maupun Dusun di wilayah Kabupaten Dairi, Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Dairi meminta, agar pemerintah Kabupaten Dairi Cepat Tanggap untuk menangani bencana longsor dimaksud.
Hal itu disampaikan Sekretaris JPKP Kabupaten Dairi, Robinson Simbolon kepada sejumlah awak media di Sidikalang, usai mengunjungi salah satu titik longsor yang ada di Dusun Batu Anggan Desa Juma gerat Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Jumat (10/05).
“Pemerintah Dairi harus segera cepat tanggap untuk menangani kerusakan Jalan yang diakibatkan bencana tanah longsor di sejumlah titik yang ada di wilayah Kabupaten Dairi, terutama akses jalan dari Desa maupun Dusun menuju Ibu Kota Kecamatan, dimana saat ini kondisinya sudah ada yang putus total, yang mengakibatkan ratusan Kepala Keluarga terisolasi”, sebut Robinson.
Ratusan Kepala Keluarga yang telah terisolasi itu masing-masing masyarakat yang berdomisili di dua Desa yakni Dusun Pertumbungen Desa Sarintonu, Dusun Jumagerat, Bulu Rintang, Sibangkurung, dan Dusun Sabungan Desa Juma Gerat Tigalingga.
Sementara dusun yang lain juga akan Terancam Terisolasi, apabila Pemerintah Dairi tidak segera merespon atau mengambil sikap terhadap bencana jalan longsor yang terletak di dua titik longsor yakni Dusun Batu Anggan tersebut, maka tidak tertutup kemungkinan masyarakat Dusun Batu Anggan dan Tornauli Desa Juma Gerat itu juga terisolasi.
Menurut Relawan JPKP Robinson Simbolon, apabila Pemerintah Daerah tidak segera menanggulangi bencana tanah longsor dimaksud, maka dalam waktu dekat, ratusan masyarakat setempat akan turun ke jalan untuk menyampaikan keluhan mereka (masyarakat – red) ke Pemerintah Dairi, termasuk ke perwakilan rakyat yang ada di Gedung DPRD Dairi.
“Pada pertemuan kita dengan puluhan masyarakat yang mengalami dampak jalan longsor dimaksud, mereka (masyarakat-red) menyampaikan rencana mereka yang akan melakukan aksi dengan turun ke jalan, dan akan menginap di Gedung DPRD Dairi maupun di Kantor Bupati Dairi, apabila Pemerintah tidak peduli dengan nasib mereka. Sebab menurut masyarakat, mereka juga bayar pajak seperti halnya masyarakat Indonesia lainnya”, ungkap Robinson.
Sementara itu, Kepala Desa Juma Gerat, Budiman Karo-karo kepada globalnews.id di lokasi longsor mengatakan, bahwa pada pagi hari, Jumat (10/05) sekira pukul 05.00 wib, akses jalan dari Lae Pangguh menuju sejumlah Dusun di Desa Juma Gerat, telah putus total, sehingga tidak dapat lagi dilalui kenderaan Roda 4, Dann untuk sementara, bersama – sama dengan masyarakat, pihaknya melakukan gotong royong dengan memasang Jembatan temporer di lokasi langsor (foto).
Budiman Karo-karo mengakui, saat ini pihaknya bersama – sama dengan masyarakatnya, rutin melakukan kegiatan gotong royong untuk merawat jalan maupun Jembatan yang ada, dengan cara manual menggunakan peralatan seadanya, akan tetapi perawatan jalan di sejumlah titik yang kondisinya cukup parah tidak mungkin dilakukan secara manual, dan harus menggunakan Alat Berat.
“Kalau pihak terkait tidak segera melakukan penanggulangan atau perbaikan terhadap jalan yang kondisinya sudah cukup parah, terutama dimusim penghujan seperti saat ini, tidak tertutup kemungkinan jalan menuju Desa kita akan putus total, sebab saat ini, disejumlah titik, kondisi jalan menuju Desa Juma Gerat sudah cukup parah dan terancam mengalami longsor”, Ungkap Kades Budiman Karo-karo, seraya berharap Pemerintah segera tanggap terhadap bencana longsor dimaksud.
Pantauan globalnews21.id di lokasi longsor, tepatnya di Dusun Batu Anggan Desa Juma Gerat Tigalingga, yakni salah satu ruas Jalan yang terancam putus akibat bencana Tanah longsor. Hingga kini belum ada tanda – tanda perbaikan dari pihak Pemerintah Dairi, sesuai dengan janji dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, dimana belum lama ini telah melakukan Survey ke lokasi longsor. (TIM)


