23.5 C
New York
Selasa, April 14, 2026

Buy now

spot_img

Ada Aroma Korupsi Dana Insentif Nakes Covid-19 di Puskesmas Kec.Medan Petisah

MEDAN,GlobalNews21.net – Adanya aroma korupsi dana insentif makan dan minum yang diperuntukan bagi tenaga medis (nakes) Covid-19 di Puskesmas Rantang Kecamatan  Medan Petisah, membuat Pemko Medan pasang mata.

“Masih kita telusuri,” kata Sekretaris Jendral LSM GMPSU Berman Sihombing,Drs.Ak yang juga Eks Auditor BPKP Sumut,Kamis  (10/2/2022).

Dugaan pemotongan tersebut adanya pembagian yang tidak adil serta tidak sesuai besaran yang diterima oleh para nakes di puskesmas rantang.

insentif

Menurut  Berman,berdasarkan dari data daftar pembagian nakes vaksinator puskesmas rantang kecamatan medan petisah ,Januari s/d November 2021 sebesar Rp 192.600.000 ,00

Atas dasar laporan beberapa nakes merka mearasa dirugikan serta didiskriminasi oleh oknum dokter yang menjabat kepala puskesmas rantang,berinisial dokter FZ

Pasalnya,para pekerja honor pembagian insentif mereka kenaikan yang signifikan dua kali lipat  besar dari nakes yang memiliki NIP dan sudah senior.

Dari daftar pembagian insentif nakes sejumlah 33 orang yang diantaranya yakni,dr.FZ Rp 20 juta,EV Rp 17 juta,ER (honor) Rp 16 juta,SN (honor) Rp 16 juta,dr RM Rp 15 juta,NN Rp 15 juta,HN Rp 15 juta,JM Rp 15 juta

Selanjutnya sisanya kepada nakes yang menerima insentif dengan besaran dari Rp 300 ribu – Rp 7,5 juta

pengecekan tersebut guna memastikan kebenaran informasi yang sudah beredar, sekaligus mengambil langkah tepat terkait masalah tersebut.ujar Berman

Saat dikonfirmasi Globalnews21.net kapus rantang mengatakan”yang membuat daftar pembagian insentif nakes adalah tim investigaor ,saya hanya menyetujui”ucapnya

Ditanya,pekerja honor mendapat lebih besar bahkan dari pendapatan dokter dan nakes yang memiliki NIP,jawab kapus “pekerja honor tugasnya lebih banyak karena mereka yang menginput data-data ”

Kemudian saat itu dokter FZ didampingi oleh dokter DW,mengatakan ” lagian urusan insentif nakes ini bukan urusanya wartawan,ini masalah interen”Ketus dokter DW emosi.

Terpisah,menurut keterangan beberapa petugas medis yang turut dalam vaksinator menangani Covid-19  puskesmas rantang,mengaku honorarium yang mereka terima dan insentif uang makan minum petugas Covid-19 dipotong oleh oknum tertentu.

Parahnya “Yang kami teken di bukti penerimaan sebesar Rp 13 juta per orang , tapi yang diberikan kepada kami sebesar Rp 6 juta ” kata seorang tenaga medis yang enggan disebut namanya.

“Kami juga heran mengapa dipotong, padahal tekennya tiga belas juta, malah dikasih enam juta”,Katanya

Akibat permasalahan ini,para nakes tidak mengambil dana insentif tersebut dan ada juga nakes yang namanya belum dipanggil mengambil insentif tersebut hingga sampai saat ini.

insentif

Konfirmasi juga telah dilakukan ke Kepala Dinas Kesehatan Medan,namun menurut keterangan staf bagian umun kepala dinas sedang rapat.

Ironisnya,kasus ini sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan dan Inspektorat Medan namun hingga sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak yang terkait,ujar paa nakes.

Terkait hal ini, LSM GMPSU telah memiliki bukti permulaan yang cukup adanya dugaan korupsi dana insentif nakes puskesmas rantang yang membelit kapus,dokter FZ dan kroni-kroninya serta adanya perntah yang diduga dilakukan FZ mengutus dua orang melakukan upaya suap kepada wartawan agar permasalahan ini tidak dilanjuti.

Atas dasar bukti permulaan ini ,kita sudah bisa membuat laporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu),Pungkas Sekjed eks auditor BPKP sumut (Tim)

 

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles