23.4 C
New York
Sabtu, Mei 16, 2026

Buy now

spot_img

Lebih 3 Hari Akses Kerumah Terhalang Gegara Proyek Dranase ,Warga Ancam Untuk Aksi Ke Kantor Walikota Medan

MEDAN,GlobalNEWS21.Id – Berita yang sudah meluas di Kota Medan terkait proyek Dranase yang meresahkan warga hingga memicu bentrok kepada pekerja proyek.kekesalan warga Gaperta Ujung mengancam untuk mengelar aksi ke ke Kantor Walikota Medan

Pantauan GlobalNews21.Id Warga Cempaka jalan Gaperta Ujung Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia kesal , gara-gara akses jembatan darurat yang dibuat beresiko memakan korban dan tak kunjung selesai, sehingga memicu bentrok warga dengan pengawas dan pekerja proyek Dranase,Rabu [ 11/10/2023]

dranase
Ket Foto ; Kondisi jembatan darurat yang dibuat sebagai jembatan

Salah satu warga gang Taslim bernama Hartoyo mengatakan akses jembatan kerumah warga sudah lebih tiga hari tidak selesai.Namun jawaban yang mereka terima dari Mandor bahwa Mobil Crain rusak

‘’Jika lebih tiga hari ini jembatan belum selesai,warga akan aksi ke Kantor Walikaota Medan ‘’ujarnaya

Lanjutnya,proyek dranase ini sudah meresahkan dan menghambat mata pencarian warga karena disebabkan terhalang melakukan aktivitas sehari-hari berhubung kenderaan tertahan dirumah tidak bisa keluar

‘’Sampai  kapan jembatan untuk akses kerumah dipasang U-Ditch,kalau kerja itu pakai otaklah ‘’Kesal Warga  kepada Pihak Kontraktor

Menurut keterangan dari pihak Kontraktor bermarga Purba membenarkan sudah tiga hari jembatan belum terpasang U-Ditchnya dan hal ini sebelumnya pihaknya telah menginformasikan kepada warga kenderaan untuk dibawak keluar

dranase

‘’Benar bang ,sudah tiga hari ini belum selesai tapi masalahnya Crain rusak bang,kita minta jangan miss komunikasi ,sebelumnya kami sudah informasikan ke warga agar kenderaan dibawak keluar’’kata Purba

Kemudian warga yang tidak terima cara pelaksanaan kerja sepertinya amburadul dikerjakan dan jembatan tidak diketahui kapan selesainya dan akan melaporkan ke Pimpinan [ Walikota Medan]

‘’Kami warga yang jadi korbannya,ini akan kami laporkan ke Pimpinan [ Walikota Medan]’’ujar Warga

Purba,mengatakan ‘’ Silahkan laporkan ke Pimpinan karena ini memang proyeknya’’ujarnya

Namun belum sampai disitu,melihat ada keributan warga dengan kontraktor dan keberadaan Wartawan sedang wawancara serta meliput pekerjaan,tiga pekerja yang salah satu mengaku sebagai pengawas mendatanggi warga tersebut sontak hendak memukul warga tersebut

‘’ Kau laporkan saja kami tidak takut ‘’ sontak pekerja tersebut

Parahnya lagi,saat Wartawan merekam video untuk meliput pekerjaan dranase dan terlihat aksi pekerja dan pengawas yang arogan hendak memukul warga tersebut dan membentak wartawan tidak merekam vidio

‘’Jangan dividiokan macam gitu,Ujar Purba seketika  3 orang pekerja mendatangi wartawan aksi arogannya  hendak memukul

Ketika Purba mengatakan jangan dividiokan,situasi semakin memanas para pekerja proyek seolah-olah hendak turut melakukan aksi aroganya.Namun Wartawan tetap melakukan liputannya dan merekam video sebagai bahan dokumentasinya

Kata Wartawan ‘’Saya  sedang menjalankan tugas Jurnalistik, tidak boleh dihalangi atau dilarang untuk merekam dan meliput‘’ujarnya

Melihat suasana semakin tidak kondusif,Purba menahan anggotanya tidak melakukan arogansi kepada waraga dan wartawan tersebut

Informasi yang dihimpun saat dilapangan kejadian warga bentrok dengan pekerja proyek dranase bukan saja kepada warga di Gang Taslim ,namun sebelumnya terjadi juga warga di Perumahan D,Grand Zafira

Diduga proyek dranase yang melaksanakan pekerjaan dari pihak ke tiga [ Subkon] sehingga berdampak pekerjaan asal jadi

Terpisah,  menurut keterangan beberapa warga yang jembatan akses ke D,Grand Zafira Residen yang sudah selesai,mengatakan

dranase

‘’Sebelumnya warga dari perumahan juga bang sudah ribut,satu minggu baru selesai jembatannya padahal yang tinggal di perumahan tersebut banyak juga pejabat,’’jelas warga berinisial DG ini

Ditanya, apa penyebabnya ,jawab warga ‘’dibilang mandornya kendalanya di mobik creinya yang datang kapasitas 4 ton, bang sementara harusnya yang 8 ton dan mandornyapun pening juga kepalanya karena crainya itu lagi keluar kota’’jelas warga

Lanjutnya,bahwa untuk menyelesaikan terpaksa harus menyewa mobil crein yang 8 ton dari perusahaan lain

Kemudian atas kejadian warga Ling 3 yang bentrok dengan pekerja proyek,konfirmasi kepada Camat Helvetia Ramadhan Pohan bahwa timnya sudah melakukan rapat untuk mencari solusi dan menenangkan warga yang ribut

‘’Iya bang,tim kita sudah rapatkan untuk mencari solusi perdamaikan warga dengan pekerja proyek ‘’pungkas Ramadan

Warga berharap agar Walikota Medan Bobby Nasution perintahkan jajarannya melakukan pengawasan dan bertindak tegas kepada pihak kontraktor sebagai pelaksana kerja apalagi pekerja bertindak secara arogan kepada masyarakat.Hal ini juga agar tidak terjadi lagi kepada warga dikecamatan yang lain,harap warga kota medan [ Robet Harja]

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles