Dorong PPL Pacu Produktivitas Kopi dan Kakao, Abdul Roni Angkat Ke Dairi
GLOBALNEWS21.ID,Dairi – Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., Mendorong Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Mengoptimalkan Potensi Perkebunan Kopi dan Kakao di Kabupaten Dairi, Terutama Melalui Peremajaan Tanaman dan Perluasan Areal Tanam.
Hal itu disampaikannya dalam Pertemuan dan Diskusi Bersama Para PPL, Sabtu (24/10/2026) di Aula Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP), Jalan Pahlawan Sibura-bura, Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, Kepala DPKPP Kesti Rusda Angkat, Kabid Penyuluhan Sukaedah Angkat, Serta Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Sorta Dewi Panggabean.
Dalam Diskusi tersebut, Abdul Roni Angkat Menjelaskan Bahwa Peralihan Status PPL Kebawah Naungan Kementerian Pertanian Merupakan Perubahan Administrasi. Sementara itu, Pelaksanaan Tugas dan Tanggungjawab Penyuluhan Tetap Berorientasi Pada Kebutuhan dan Pembangunan Pertanian di Daerah Masing-masing.
Ia juga Menekankan Pentingnya Pencapaian Target Pengembangan Komoditas Unggulan, Khususnya Kopi dan Kakao, Melalui Program Perluasan Lahan Maupun Peremajaan Tanaman Agar Produktivitas Perkebunan Semakin Meningkat.
Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala Menyambut Baik Kunjungan tersebut dan Mengapresiasi Masukan yang Diberikan Untuk Meningkatkan Kapasitas Penyuluh Sekaligus Mengembangkan Potensi Perkebunan Dairi.
Wakil Bupati Menegaskan, Para PPL Harus Terus Meningkatkan Kompetensi dan Kapabilitas Serta Bekerja Serius Mendampingi Petani. Menurutnya, Meskipun Secara Administrasi Berada Dibawah Kementerian, Tugas Penyuluh Tetap Memiliki Peran Penting Dalam Mendukung Kemajuan Pertanian Daerah.
Perlu Diinformasikan, Berdasarkan Target Tahun 2026, Pengembangan Kopi di Dairi Mencapai 1.300 Hektare, Terdiri Atas 900 Hektare Perluasan Areal dan 400 Hektare Peremajaan. Hingga saat ini, Realisasi Perluasan Tercatat 311 Hektare, Sedangkan Peremajaan Mencapai 100 Hektare.
Sementara itu, Pengembangan Kakao Ditargetkan Melalui Perluasan Areal Seluas 400 Hektare. Potensi Peremajaan Kopi Meliputi 418 Hektare Kopi Arabika dan 686 Hektare Kopi Robusta. Adapun Potensi Peremajaan Kakao Mencapai 150 Hektare yang Tersebar di 8 Kecamatan.
Pertemuan ini Diharapkan Memperkuat Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Serta Meningkatkan Peran Penyuluh Dalam Mendampingi Petani, Sehingga Potensi Kopi dan Kakao Dairi Dapat Dikembangkan Secara Optimal dan Memberikan Dampak Nyata Bagi Kesejahteraan Petani. (Junitha)