HUMBAHAS, GlobalNEWS21.id – Stunting terjadi akibat gagal tumbuh kembang anak. Ada gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi.
Mengatasinya bagaimana, ada kerjasama antara Dinas Kesehatan P2KB, Puskesmas, Bidan Desa dan Kepala Desa serta elemen masyarakat lainnya agar stunting secara bertahap menurun.
Puskesmas Baktiraja harus membentuk tim mendata keluarga, cek ulang semua, kunjungi semua rumah masyarakat dan terus dipantau. Terus dilakukan pemeriksaan secara berulang-ulang.
“Tugas utama kita urus dulu stunting di Baktiraja ini. Harus ada koordinasi, petugas Puskesmas harus mendata ulang semua warga. Berikan sosialisasi supaya stunting tidak ada lagi di Baktiraja. Seharusnya tidak ada stunting di Baktiraja ini, akses sudah terpenuhi, ikan jahir banyak di sini, sayur mayur ada, hewani ada, mangga banyak, banyak protein disini. Tapi kenapa masih ada warga ditemukan stunting. Mari kita urus dulu ini secara serius, fokus dulu masalah stunting. Bidan Desa dan Kepala Desa garda terdepan dan harus punya komitmen untuk bersinergi dalam rangka pengendalian dan penurunan angka stunting,“ kata Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Minggu, (5/3/2023).
Penegasan itu disampaikan Bupati dalam rapat terkait stunting di Mess Pemkab Humbahas Baktiraja yang dihadiri anggota DPRD Humbahas Poltak Purba, Plt. Kadis PMDP2A Parman Lumbangaol, Plt. Kadis Kesehatan P2KB Gunawan P Sinaga, Camat Baktiraja Sanggam Lumbangaol, Kepala UPT Puskesmas Baktiraja Lenni Gurning, para Bidan Desa dan Kepala Desa.
Bupati menjelaskan petugas harus turun ke bawah, bidan harus menjadi pioner memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Anggota DPRD Humbahas Poltak Purba mengatakan, penurunan angka stunting suatu hal penting untuk generasi kedepan. Program Pemerintah harus didukung masyarakat, ini demi kesehatan anak-anak yang masih balita.
“Dinas Kesehatan harus punya pengabdian yang luar biasa, sehingga kasus stunting bisa secara bertahap menurun di Baktiraja demi kesehatan generasi kedepan,” tandas Poltak Purba. (GN21-Rein)

