“BBPLK Medan adalah lembaga pelatihan inklusif yang artinya pelayanan pelatihan kami harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, salah satunya adalah para penyandang disabilitas.” Ungkap Kepala Balai BBPLK Medan.
MEDAN,GlobalNews21.net –BBPLK Medan,dalam rangka meningkatkan aksesibilitas pelatihan kepada seluruh lapisan masyarakat,bekerjasama dengan AEKI Sumut melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi barista kepada penyandang disabilitas.Rabu 15/12/2021)

Dalam acara pembukaan hadir mewakili Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan,Koordinator Bidang Program dan Evaluasi BBPLK Medan,serta perwakilan stkeholder pelatihan BBPLK Medan,FKLPI Sumut, Kodam I/Bukit Barisan Jakarta Futures Exchange,Kliring Berjangka Indonesia,serta AEKI Sumut.Pelatihan berlangsung di Gedung BBPLK Medan selama 3 hari ( 15 – 17 /12/ 2021.)
Terpisah, kepala BBPLK Medan, Andri Susila, S.T., M.Si. menyampaikan komitmen BBPLK Medan dalam meningkatkan kompetensi SDM di Indonesia bagi semua kalangan.
“BBPLK Medan adalah lembaga pelatihan inklusif yang artinya pelayanan pelatihan kami harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, salah satunya adalah para penyandang disabilitas.” Ungkapnya.

Selain komitmen, dengan adanya pelatihan bagi penyandang disabilitas yang perdana dilakukan BBPLK Medan ini, ke depannya akan terus ditambahkan fasilitas dan peralatan yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan peserta pelatihan penyandang disabilitas.
“Kedepannya, BBPLK Medan akan terus meningkat sarana dan prasarana pelatihan untuk memberikan kenyamanan bagi semua peserta pelatihan, termasuk rekan-rekan yang mengalami disabilitas”, pungkas Andri Susila.
Kegiatan pelatihan ini terlaksana berkat CSR dari Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) yang dikelola oleh AEKI Sumut.
Peserta pelatihan berjumlah 10 orang yang berasal dari anggota TNI Kodam I / Bukit Barisan sebagai bentuk penghargaan atas jasa yang telah diberikan untuk negara. Selain itu, terdapat 5 orang peserta dari Gerakan Perjuangan Penyandang Disabilitas Indonesia.
Setelah mendapat pelatihan, para peserta diberikan bantuan modal berupa peralatan dan bahan baku biji kopi sehingga dapat digunakan untuk membuka usaha maupun mendalami kompetensi yang telah didapat selama 3 hari di BBPLK Medan ( DL)

