9 C
New York
Jumat, Mei 1, 2026

Buy now

spot_img

Ratusan Masyarakat Datangi Kantor Kepala Desa Simangalam, Ternyata ini Persoalannya

LABURA, GlobalNews21.net

Ratusan Masyarakat Desa Simangalam Kec. Kualuh Selatan Kab. Labuhanbatu Utara mendatangi kantor Kepala Desa Simangalam untuk sampaikan aspirasi mereka (18/04). Ada isu Pilkades diduga tidak profesional, massa yang didominasi emak-emak turun gunung alias berdemontrasi ke jalan di kantor kepala desa setempat.

Baca juga :

Komunitas Peduli Warga Miskin Labura Giat Sosial Pemasangan Listrik dan Beri Sembako Gratis

Pimpin Rapat Kelompok Kerja Strategis Daerah Sumut, Pj Sekda Minta Seluruh OPD Fokus Penuhi Target RPJMD

Pasalnya pada saat masyarakat mengetahui 8 dari Calon Kepala Desa Simangalam yang akan bertarung dalam Pilkades ini antara lain :

Arsinius Marpaung ( Petahanan Kepala Desa ), Rusna Buaton Nainggolan, S.Pd (istri Petahanan Kepala Desa), Janlas Marpaung ( adik laki-laki dari Petahanan Kepala Desa), Tinar Lisnawati br Marpaung ( Adik Perempuan Petahanan Kepala Desa), Yus Apriani br Situmorang (Adik Ipar Pertahanan Kepala Desa), Satria br Habeaan ( guru TK Arga Nava), Astri Herpiana Manik dan Sarjoko.

Berdasarkan keterangan Suwarto (43) salah satu warga desa Simangalam mengatakan, “kami mengetahui bahwa ada 8 calon kepala desa ada 7 dari calon kepala desa yg kami nilai sepertinya di seting dan sudah disiapkan orang-orang nya untuk mengalahkan 1 calon dalam penseleksian Pilkades.”

“Sangat jelas terlihat Politik kotor Kades Petahanan ini, dikarenakan Takut kehilangan jabatan yang telah dua periode memimpin desa Simangalam ini. Sehingga dia menggandeng rekan dan keluarganya untuk menumbangkan rival politiknya.”

“Dengan mencalonkan keluarganya yang memiliki gelar akademik sehingga dapat memenangkan Perengkingan dalan penilaian Pilkades sehingga menutup kesempatan pada calon lain yang tidak memiliki gelar akademik, karena kabarnya dari 8 bakal calon kades hanya 5 yang akan di tentukan sebagai calon Kepala Desa Simangalam.” Paparnya

“Maka hari ini kami Senin (18/04) turun kejalan untuk melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Kepala Desa Simangalam untuk menyampaikan aspirasi masyarakat mengenai sikap panitia terhadap Sikap Politik Kades pertahanan dengan menyisipkan bakal calon bayangan yang hanya akan merusak nilai demokrasi di desa simangalam ini, kami hanya butuh perubahan dan butuh pemimpin yang baru demi kemajuan desa simangalam” ungkap Suwarto ke team media.

Pipo Arwan juga mengatakan, “kami masyarakat simangalam hanya butuh perubahan, sudah pasti masyarakatlah yang tau siapa pemimpin yang di senangi masyarakatnya. Jika hanya dengan syarat akademik yang mengganjal Sarjoko untuk menjadi calon Kepala Desa Simangalam. Kami Masyarakat Desa Simangalam akan mengambil langkah langkah tegas bahkan kami akan menumpuh jalur hukum sehingga dapat meloloskan calon kami Saudara Sarjoko.” Tegasnya.

Suwarto menegaskan kembali “Apabila masalah ini tidak dapat diselesaikan disini maka kami akan melanjutkan perkara gugatan ini sampai kedinas PMD dan ke DPRD kabupaten labuhan batu utara. Bahkan Jika di anggap perlu bahkan sampai ke MK,” tegasnya.

Menyikapi keluhan masyarakat Ketua Paniti Pemilihan Kepala Desa Simangalam Simon Manik mengundang Perwakilan Masyarakat untuk melakukan mediasi di Aula Desa Simangalam.

Simon Manik mengatakan,”kami panitia harus mempunyai sikap yang tegas dalam hal ini, bahwa kami berjalan sesuai dengan Perda dan Perbup, kami tak bisa lari dari Perbup ini”

“Untuk Masalah dukungan yang telah diberikan, nanti kami akan sampaikan ke hal yang berwajib lagi yaitu PMD dan bagai mana ketetapan mereka,” pungkasnya.

Setelah melakukan mediasi kurang lebih selama 15 menit, akhirnya Team Kemenagan Saudara Sarjoko memberikan lebih dari 1.400 dukungan dari masyarakat simangalam dengan membubuhkan tanda tangan disertai foto copy KTP.

Tim kemenangan saudara Sarjoko mengatakan, “ini pendukung asli calon kami dan ini murni tanpa rekayasa, 4 hari kami bekerja keras untuk ini, dan yang hadir ini hanya ⅓ saja. Apabila nanti masalah ini tidak terselesaikan kami akan bawa lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Didepan peserta aksi Simon Manik berjanji untuk menyelesaikan permasalahan ini secepatnya, dan meminta waktu untuk satu Minggu ke depan.

Setelah mendapatkan jawaban dari panitia pilkades, Masapun menutup acara aksi dengan membakar keranda demokrasi yang dilambangkan mereka seperti Domokrasi yang mati di desa Simangalam. (Ricki / Kabiro Tipikor Global & GlobalNews21)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
895PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles