Mandailing Natal, Global NEWS21.net
Kekecewaan Dira Putri Yolanda (18), Pelajar SMA Negeri 1 Natal dikarenakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diurusnya di Gerai Dukcapil Madina di Natal tidak sesuai yang diharapkan (09/02/2022).
Baca juga:
Tragis! 4 Warga Tersengat Listrik saat Pasang Tenda taratak Pernikahan di Madina, 2 Tewas
Dira menceritakan bahwa dirinya datang ke Gerai Dukcapil Madina sekitar 2 Minggu yang lalu dengan seorang temannya Raisha Mutiara Suci (18) yang juga seorang pelajar SMA Negeri 1 Natal.
Kronologisnya kata Dira, awalnya KTP yang diurus bersama temannya telah selesai, namun setelah diteliti ternyata foto pada KTP yang baru dikeluarkan Gerai Dukcapil Madina di Natal tersebut tertukar dengan temannya Raisha.
Mereka kembali ke Gerai dengan niat mengganti foto yang tertukar tersebut.
“Setelah diganti foto oleh petugas gerai, lagi-lagi terdapat juga kesalahan input Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP kami,” terang Dira.
Namun ketika diberitahukan kembali kepada petugas gerai perihal tersebut, petugas gerai malah mengatakan harus ke Panyabungan untuk memperbaikinya.
“Siap dikasih tahu sama Abang yang di Gerai Dukcapil, malah kami disuruh ke Panyabungan karena alatnya disini tidak lengkap,” ungkap Dira.
Ditempat yang sama Ridha (33) orang tua dari Dira, menyayangkan pelayanan Gerai Dukcapil Madina di Natal tersebut.
“Kalau masih ke Panyabungan, untuk apa disini dibentuk gerai” jelas Ridha dengan nada kesal.
Ketika dikonfirmasi ke Gerai Dukcapil Madina, Aidil petugas yang juga merupakan operator ditempat tersebut membenarkan kejadian itu.
“Iya bang, mereka disuruh orang Induk yaitu atasan kami di Panyabungan untuk kesana, karena disini peralatan kita kurang,” ujar Aidil.
Aidil menambahkan keharusan pergi ke kantor induk Dukcapil untuk mengganti foto.
Ketika ditanyakan lagi bahwa kesalahan terdapailt pada nomor NIK, beliau berdalih bahwa alat update data nya hanya ada di kantor Induk Disdukcatpil Mandailing Natal di Panyabungan.
Dilain pihak, Hendri Syahputra ketua DPC. Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Natal menyayangkan hal tersebut.
“Jika kinerja petugas Gerai teledor seperti itu, maka alhasil Data Kependudukan di Mandailing Natal dipastikan akan terus amburadul dari tahun ke tahun,” ujar Hendri.
“Saya ingin berpesan kepada Kadis Dukcapil Mandailing Natal, agar jangan menyepelekan kesalahan-kesalahan input data, baik NIK, Foto maupun lainnya, hal ini sangatlah penting dalam mewujudkan program pemerintah 1 KTP 1 Data,” ujar Hendri yang juga merupakan Pengawas Forum Jurnalis dan Aktivis se-Pantai Barat ini.
Terakhir Hendri juga meminta untuk menempatkan petugas operator yang kompeten dan teliti jangan asal kejar target cepat selesai saja tanpa memperhatikan data-data yang diinput.
(Salman Nasution)

