GLOBALNEWS21.ID,TAPTENG – Salah satu wujud Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direkrektorat Sekolah Menegah Pertama Direktorat Jenderal PAUD Dasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menegah proritas utama pembangunan nasional peningkatan anggaran perbaikan fasilitas sekolah
Namun semangat itu dinilai tercoreng oleh proyek revitalisasi prndidikan di UPTD.SMP Negeri 2 Satu Atap Sipan,Dusun I Desa Sipan Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara.
Nilai anggaran tersebut Rp.826.000.000,sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026 sebagai pelaksana,Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan.
Pantauan tim investigasi LSM Garuda Merah Putih Sumatera Utara,menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi proyek,terpajang papan informasi dan Kejaksaan Agung RI
Lebih lanjut,pekerjaan tersebut terkesan dikerjakan asal jadi,dimana pemasangan keramik tidak seluruhnya terpasang masih menyisihkan keramik lama dan kosen pintu juga yang terpasang sebahagian yang diduga proyek ini tidak sesuai spesifikasi
Sejumlah pihak menilai dengan mutu bangunan yang rendah berpotensi memperpendek usia pakai,karena adanya dugaan kuat pengurangan kwantitas serta kwalitas proyek tersebut.
Menanggapi sorotan tajam tersebut,menurut keterangan Ketua LSM GMPSU,Donald Lumban Tobing menyampaikan keprihatinannya.
“Investigasi kami di lokasi tanpak pekerjaan tersebut dikerjakan sungguh tidak profesinal terindikasi pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.Jika proyek dikerjakan asal-asalan,yang dirugikan adalah masa depan anak- anak kita “tegasnya
Ia juga mengingatkan,Proyek strategis nasional sesuai visi-misi Presiden Prabowo tidak boleh dijadikan bancakan korupsi untuk kepentingan mencari keuntungan pribadi maupun orang lain
Lanjutnya,bahwa pihaknya juga akan melaporkan ke APH atas temuan dugaan korupsi tersebut pada Proyek Revitalisasi UPTD.SMP Negeri 2 Satu Atap Sipan Kab,Tapteng
“Kami juga akan melaporkan ke APH atas temuan ini dan mengetahui sejauhmana data yang sudah dapat untuk di ungkapkan secara terang-benderang kepada masyarak dan ini untuk membuat efek jerah kepada oknum sekolah lain “ungkapnya
Terpisah,konfirmasi kepada Kepala Sekolah UPTD.SMP Negeri 2 Satu Atap Tipan,Nasriwal belum memberikan tanggapannya,telephone selulair berdering tapi tidak diangkat lewat WhatsApp di baca namun tak berbalas.(Tim)



