GLOBALNEWS21.ID,DELI SERDANG – Sungguh tragis gegara tembok dari SPBU roboh hingga memakan korban di Jalan Karya,Jalan Jamin Ginting Desa Baru,Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang
Inseden tragis ini pun menjadi perhatian serius datang dari Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPW PWDPI) langsung turun ke lokasi tempat kejadian untuk melakukan investigasi wawancara ke warga dan pihak terkait,Rabu (18/12/2024) Pukul 15.10 Wib

Menurut Keterangan Ketua DPW PWDPI SUMUT Dinatal Lumbantobing,S.H bahwa permasalahan tembok pemilik SPBU Ope Udan kondisinya sudah miring dan warga sudah merasa kuwatir walaupun hal tersebut sudah sering di beritahu
“Kami melihat dari dinding tembok bangunan SPBU tersebut ada pipa bocor yang terus mengeluarkan air hingga merembes kerumah warga dan ini sudah lama terjadi kendati warga sudah komplein serta warga sudah berulangkali menyampaikan bahwa tembok tersebut kondisi sudah miring minta dibongkar “terang DL Tobing sapaan akrabnya dari
Tim DPW PWDPI SUMUT juga melakukan konfirmasi ke pihak Kepala Desa Baru,Stevanus Tarigan terkait peristiwa tragis tersebut yang memakan korban dua orang remaja tewas dan satu orang Ibu Rumah Tangga dalam perawatan di Rumah Sakit akibat mendadak tembok roboh serta bagaiman pertanggungjawaban pihak pemilik SPBU.
“Kami juga terkejut saat mendengar peristiwa tersebut pak.. dan saat itu juga kita telah melakukan koordinasi ke Polsek Pancur Batu serta mengamankan korban namun yang selamat satu orang tua kondisi luka-luka dan dua orang remaja meninggal dunia telah dikebumikan ”kata Stvanus
Stevanus mengatakan terkait pertanggungjawaban terhadap korban telah dilakukan oleh pemilik SPBU tersebut untuk biaya perobatan di Rumah Sakit
“Iya,saat itu kami bersama pihak dari pemilik SPBU membawa korban ke Rumah Sakit dan masalah perobatan juga ditanggung dari pihak SPBU Pak..”terang Kades
Menurut DL Tobing berdasarkan hasil investigasi terjadinya perstiwa tragis tersebut tembok yang sudah hampir 10 tahun tersebut telah di telantarkan dan pemilik SPBU juga sudah 7 tahun tidak beroprasi.
Rubuhnya tembok tersebut juga akibat pipa air yang bocor dari atas tembok terus mengalir hingga merembes ke rumah warga sehingga kondisi tiang pondasi pondasi mengalami korosi dan tembok menjadi rapuh akibat air tersebut.
Hal ini jika terus dibiarkan hingga samapi 7 tahun tanpa ada perhatian pihak pemilik SPBU serta tindakan dari unsur terkait tentu dapat membahayakan tembok akan roboh.

Ketua DPW PWDPI Sumut meminta agar pemerintah terkait untuk lebih peka lagi terhadap lingkungannya apalagi jika warga sudah melaporkan dan segera melakukan tindakan sesuai tupoksi kerja
“Iya,kami berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi hingga memakan korban pihak terkait harus lebih tanggab atas keluhan warganya karena kondisi tembok sebelumnya sudah mengwatirkan warga sekitar” pungkas DL Tobing
Kemudian Ketua DPW PWDPI Sumut yang didampingi Sekretaris,Bendahara dan Ketua Bidang Investigasi serta anggota beranjak melakukan konfirmasi ke Polsek Pancurbatu,namun Kapolsek Pancurbatu AKP Krisnat belum dapat dijumpai untuk meminta keterangan
Informasi yang dihimpun tembok yang roboh itu adalah tembok SPBU sepanjang 15 meter dan tinggi 3 meter.Peristiwa tersebut terjadi pukul 10.00 Wib dan tembok yang sepanjang 15 meter tersebut roboh dan menimpa 3 orang warga yang sedang melintas berjalan kaki.
Dalam peristiwa itu,dua orang tewas dan satu luka-luka.dua orang yang tewas itu adalah yang masih usia remaja yakni Muslimah (19) dan Ika (16),sedangkan korban luka adalah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Nuraiman (47) yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pringadi Medan.(Tim DPW PWDPI)

