5.9 C
New York
Sabtu, April 25, 2026

Buy now

spot_img

Gubernur Edy Rahmayadi: Kedepan Tidak Ada Lagi Lelang Jabatan, Saya Sudah Ngomong

SUMUT, GlobalNEWS21.id – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi usai melantik pejabat Eselon III dan IV di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan, menyebut dirinya tak ingin ada lagi sistem lelang terbuka atau open bidding untuk mengisi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut, Selasa (21/2/2023).

Edy Rahmayadi mengatakan ia sudah menyampaikan hal itu langsung kepada Presiden RI Joko Widodo.

“Saya sudah perintahkan bahwa Eselon III asalnya dari Eselon IV, Eselon II asalnya dari Eselon III, Eselon I asalnya dari Eselon II. Saya sudah ngomong sama Presiden, itulah meritokrasi. Kedepan tidak ada open bidding, saya sudah bilang ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) bahwa tidak ada open bidding,” kata Edy Rahmayadi saat diwawancarai, Selasa (21/2/2023).

Dikatakan Edy, dengan sistem meritokrasi, ASN yang bisa mendapatkan jabatan disesuaikan dengan prestasi yang dicapai.

“Ke depan mana kalian yang berprestasi dan cocok kalian akan menempatkan pada posisi naik kelas. Untuk itu Eselon IV jangan khawatir kali untuk bisa ke Eselon III. Tak usah menghadap saya, capek kau nanti menghadap saya. Sudah banyak ini yang menghadap saya. Ada yang bawa buah lah, ada yang ngomong sana lah ngomong sini. Bekerja kau dengan baik ada yang menilai,” ucapnya.

Mantan Pangkostrad itu pun mengatakan bahwa banyak yang mencibir dirinya di luar yang mengatakan dirinya terlalu terburu-buru melantik ratusan pejabat. Tapi, ia mengaku tak ambil pusing terkait hal itu.

“Ada yang bilang wah ini si Edy ngebut karena nanti bulan Maret selesai itu tak boleh lagi melantik. Siapa bilang? Saya Gubernur itu 5 tahun, UU itu mengatur 5 tahun. Tak peduli saya, mau tak boleh mau apa baca undang-undang. Tak benar kalian saya ganti. Ih kejam sekali si Edy itu, sombong sekali si Edy itu. Memang tinggal sombong itulah yang aku punya, lain tak ada itu,” ucapnya.

Edy mengatakan dirinya sudah biasa mendengar omongan orang di luar yang menjelekkan dirinya.

“Semua ngomong orang, yang pencuri lah yang perampok lah, semua ngomong. Sudah 76 kali saya disomasi. Saya masih pertanggungjawabkan atas nama saya pribadi demi Tuhan demi Allah saya masih pada posisi yang saya takut kepada Tuhan. Biarkan orang ngomong. Karena kalau saya pikirkan satu persatu ngomong tak kerja-kerja kita ini. Karena ini amanat,” pungkasnya. (GN21-Red).

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
895PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles