DAIRI, GlobalNews21.id – Sebuah tulisan yang menunjukkan spanduk dengan bernada kritikan dan sarat sindiran terlihat dalam aksi demo Aliansi Pemerhati Pengguna Anggaran Negara (AP2AN) di Halaman Kantor Bupati Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Sidikalang, Rabu (25/1/2023) kemarin.
Tulisan spanduk yang bernada kritikan tersebut, yakni “Omong Kosong Bupati Dairi, Mengakibatkan Tragedi Kemanusiaan di RSUD Sidikalang Berlanjut Terus. Copot Direktur RSUD Sidikalang Psalmen Saragih”.
Selain itu, para peserta aksi menuding bahwa Bupati Dairi hanya omong kosong, mengakibatkan tragedi kemanusiaan di RSUD Sidikalang terus berlanjut dan berulang-ulang.
Spanduk lain, peserta aksi juga menuding bahwa prestasi Bupati Dairi adalah Selfi Unggul, Pencitraan Unggul, Menggunting Pita Unggul, dan berbagai Penghargaan Unggul.
Menurut AP2AN, tragedi kemanusiaan itu adalah peristiwa tewasnya salah seorang pasien anak, bernama Arya Sianturi (12 tahun) akibat peralatan medis yang rusak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang.
“Masih ingat kasus Arya Sianturi berusia 12 tahun, merenggang nyawa karena peralatan medis yang rusak. Sesuai temuan Tim Investigasi Ombudsman tidak sinkronnya RSUD Sidikalang dan tim medis, merupakan fakta gagalnya Bupati Dairi memilih Direktur yang benar,” tegas Hulman Sinaga pada orasinya.
Oleh karena itu, Hulman Sinaga mendesak Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu segera mengambil tindakan tegas terhadap Direktur RSUD Sidikalang, Psalmen Saragih, sehingga tidak terulang kembali kasus-kasus kemanusiaan di RSUD Sidikalang milik Pemerintah Daerah tersebut.
Tidak sampai disitu, peserta aksi berjumlah puluhan itu, juga meminta Bupati Dairi untuk serius dan jujur memperbaiki kondisi RSUD Sidikalang. Serta mendeteksi oknum-oknum yang menjadi virus, dan diduga menjadikan RSUD Sidikalang lahan bisnis untuk mengeruk keuntungan pribadi.
Peserta aksi yang dikoordinir Senang Berampu itu, juga menuding Dewan Pengawas RSUD Sidikalang, dinilai tidak obyektif dalam melakukan pengawasan atau tidak bertindak netral, akan tetapi berpihak pada Direktur Rumah Sakit.
Dipenghujung aksi, sebelum peserta aksi membubarkan diri, mereka dinilai telah mempermalukan Bupati Dairi, dengan meninggalkan lokasi aksi tanpa menghiraukan Bupati Dairi yang sedang memberikan penjelasan atas aspirasi yang disampaikan.
Sebelumnya, puluhan massa masyarakat menggelar unjukrasa di depan Kantor Bupati Dairi Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Rabu (25/1/2023).
Adapun tuntutan pengunjuk rasa, meminta Bupati bertanggungjawab atas kematian bayi tersebut, dan meminta agar Direktur Utama RSUD Sidikalang Psalmen Saragih dicopot dari jabatannya. (GN21-Robin).

