Tapsel, Globalnews21.id -Wakil Bupati Tapanuli Selatan Rasyid Assaf Dongoran mengatakan kepala desa adalah orang – orang terpilih yang memiliki peran sangat besar untuk memajukan desa yang dipimpinnya.
“Saya menaruh hormat kepada para kepala desa sebagai harapan serta teladan bagi rakyat. Mereka adalah orang – orang terpilih atas ikhtiarnya berjuang sebagai pemimpin formal di tingkat desa, selain itu mereka memiliki takdir sebagai pemimpin saat ini,” ujarnya, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Sabtu (3/09/2022).
Beliau menyebutkan para Kepala desa, bekerja dengan berbagai hambatan dan tantangan, tekanan serta di asah oleh berbagai dinamika hidup.
Para kepala desa juga harus mendukung dan setia kepada pemimpin daerah. Sukseskan prioritas pembangunan yang telah dicanangkan Bupati Tapsel secara baik, karena semua itu demi kepentingan rakyat yang sehat, cerdas, sejahtera.
“Yakinlah, pisau yang sering diasah akan semakin tajam, paku yang semakin ditekan akan semakin kokoh.Tetaplah yakin bahwa semua yang dihadapi dalam pemerintah desa dapat diselesaikan dengan optimal. Selalu semangatlah untuk para kepala desa dan jajarannya se-Tapsel,” tuturnya.
Terkait, seputar banyaknya laporan ataupun pengaduan terhadap kinerja para kepala desa dalam beberapa tahun terakhir, Rasyid Dongoran tidak banyak berkomentar.
Beliau mengatakan bahwa dirinya turut prihatin dan semoga semua masalah dapat teratasi, dan bagi keluarga juga teruslah berdoa agar Para Bapak/Ibu Kades selalu di lindungi oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
“Saya saat ini hanya bisa mendoakan mereka para kepala desa. Apapun mereka, bagi saya mereka adalah ujung tombak pembangunan di lapangan dan lebih kurang dari mereka selama ini di masyarakat, maka saya selaku Wakil Bupati secara moral minta maaf sedalam dalam kepada masyarakat,” ucapnya.
“Tapi, ingat saya juga 15 bulan sudah memantau dan mengamati bahwa banyak juga para kades dan jajarannya yang baik dan telah berusaha membangun desanya, mereka cenderung bekerja sesuai aturan, itu juga kita apresiasi ya,” tambahnya, menutup perbincangan. (DIP)

