GLOBALNEWS21.ID,SUMUT – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPW PWDPI) Sumatera Utara Dinatal Lumbantobing,S.H angkat bicara terkait kasus dugaan penganiayaan rakyat kecil yang dilakukan oleh oknum DPRD Tapanuli Selatan
“Kami mengecam keras tindakan oknum DPRD Tapsel EES yang diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap rakyat kecil”kata DL Tobing saat selesai melakukan audensi bersama Kadis Kominfo Sumut,Senin (20/1/2025)
Menurut DL Tobing sapaan akrabnya ,menyesalkan atas tindakan oknum anggota DPRD Tapsel diduga terlibat kasus penganiayaan bahkan sebagai propokator kerusuhan yang terjadi di lokasi proyek PLTA Batangtoru,Sumatera Utara.
“Iya ,tindakan tersebut sangat kita sesalkan DPRD adalah wakil rakyat bukan menindas rakyatnya dan ini sudah mencoreng nama baik di DPRD maupun di Partainya”tegas DL Tobing
Harapnya,agar penegak hukum khusus kepada para Hakim dipengadilan memberikan hukuman yang setimpal kepada oknum anggota DPRD Tapanuli Selatan ,EES
“Kami minta penegak hukum terkhusus Hakim dipengadilan bertindak secara professional menjatuhkan hukuman yang setimpal dan kepada Ketua DPD Partai Dasdem untuk mengevaluasi kinerja anggotanya “jelas DL Tobing
DL Tobing juga menjelaskan bahwa lembaga organisasi pers DPW,DPC bahkan DPP Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia ( PWDPI) yang sudah meluas di 30 provinsi DPW se Indonesia akan mengkawal kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota DPRD Tapanuli Selatan
Informasi yang dihimpun,EES yang merupakan anggota DPRD Tapsel dari Fraksi Nasdem telah diamankan Polres Tapsel pada,Rabu 9 Oktober 2024 lalu,DI Hotel Natama ,jalan SM Raja.Kota Padang Sidempuan
Diketahui,puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara mengelar aksi unjukras di depan kantor Pengadilan Tinggi Medan jalan Ngumban Surbakti,Medan, Senin ( 20/1/2025)
Dalam aksinya massa menuntut agar apparat penegak hukum khususnya para Hakim di Pengadilan memberikan hukuman yang setimpal kepada oknum anggota DPRD Tapsel karena menjadi provokator dalam aksi penganiayaab warga dalam kasus kerusuhan yang terjadi di lokasi proyek PLTA Batangtoru,Sumatera Utara,Februari 2024,lalu. ( Tim PWDPI)


