23.4 C
New York
Sabtu, Mei 16, 2026

Buy now

spot_img

Walikota Medan Diminta Tindak Tegas Kapus Yang Diduga Korupsi Dana Insentif Nakes.

MEDAN,GlobalNews21.id  – Di saat krisis melanda,masih saja ada orang-orang yang tega hati melakukan kejahatan korupsi.Seperti yang terjadi di Puskesmas Rantang Kecamatan Medan Petisah.

Sangat miris,kasus dugaan korupsi dana Covid 19 untuk tenaga kesehatan ( nakes) sudah cukup lama dilaporkan ke Inspektorat dan Dinas Kesehatan Kota Medan,namun sepertinya pihak yang terkait seolah-olah tidak mau tahu alias lepas tangan.

Hal ini ditegaskan kembali oleh Ketua Umum LSM Garuda Merah Putih Sumatera Utara DL Tobing dan meminta Walikota Medan Bobby Nasution untuk segera turun tangan serta oknum Kepala Puskesmas Rantang (kapus) segera diberikan ditindakan tegas karena diduga korupsi dana insentif nakes,Papar Dl,Rabu ( 27/4/2022)

Baca Juga:

Ada Aroma Korupsi Dana Insentif Nakes Covid-19 di Puskesmas Kec.Medan Petisah

Berdasarkan hasil laporan para nakes rantang serta investigasi,kami menemukan adanya kecurangan dalam daftar pembagian dana nakes tahun 2021 lalu.ujar DL

Parahnya lagi,hingga pada saat ini ada nakes yang belum menerima insentif yang sudah menjadi  haknyapun tidak diberikan,kita tidak mengerti apa alasan Kapus tersebut.ujar DL kesal

Adapun beberapa bentuk kecurangan yang diduga dilakukan kapus rantang dokter Fauziah yakni,jumlah yang tertera dalam daftar tidak sesuai yang diterima oleh nakes.

Lanjut DL,jumlah daftar pembagian terhadap insentif nakes yang diduga ditentukan sekehendak hati kapus bukan melalui perhitungan yang telah ditetapkan.

Baca Juga :

Dana Insentif Nakes Senilai Rp.192.600.000 di Puskesmas Rantang Kecamatan Medan Petisah,”dipertanyakan”

Ketum LSM GMPSU yang salah satu lembaga anti korupsi di Sumatera Utara mengatakan,” Salah satu objek korupsi yang hingga saat ini tidak dapat diberantas sepenuhnya terjadi di bidang kesehatan”  juga menegaskan bahwa pengelolaan dana kesehatan yang selalu meningkat setiap tahunnya masih kurang efisien, sehingga menjadi rawan tindak korupsi dan mengakibatkan program kesehatan pemerintah menjadi tidak efektif dan derajat kesehatan masyarakat Indonesia masih belum menunjukkan performa yang baik.

Tambahnya,terkhusus di Kota Medan yang memiliki 44 Puskesmas yang terletak di 21 Kecamatan tingkat kerawanan tindak pidana korupsi pada dana kesehatan yang di salurkan pemerintah ke Puskesmas berpeluang tinggi,terlebih pada dana Insentif nakes dan Dana Bantuan Oprasional Kesehatan ( BOK),papar DL

Kami siap memberi Pull Baket untuk membantu Walikota terkait dugaan korupsi di beberapa puskesmas,Tegasnya

DL berharap agar Walikota Medan Bobby Nasution juga turun tanggan mentelisik sejauhmana pemakaian anggaran kesehatan di berbagai Puskesmas serta menindak tegas kepada Kapus yang bermain-main dengan dana kesehatan kepada Masyarakat tersebut,Pungkasnya.

 

Lanjutnya,jika hal ini tidak ada tindakan tegas tentu masyarakat sangat dirugikan terlebih terhadap para pekerja kesehatan (nakes)  yang bekerja dalam penanganan Covid 19 mempertaruhkan nyawanya  namun dana insentif mereka di sunat oleh oknum.ujar DL

Konfirmasi globalNews21.net dari salah seorang nakes Pusskesmas Rantang berinisial NN mengatakan,”bahwa ada 1 orang nakes lagi yang belum menerima dana insentifnya dikarenakan dana tersebut yang akan diberikan sudah berkurang namun ada upaya kami untuk urunan  menutupinya” ucapnya

Ditanya,kenapa para nakes yang menanggung untuk urunan,jawab NN “kami juga tidak mengerti seharusnya ini tanggungjawab Kapus kepada wartawan.(7/4/2022) lalu

Terpisah,saat Kapus Rantang dokter Fauziah dikonfirmasi lewat pesan WhasAp mengatakan “Bisalahlah  pak kami diberi waktu untuk penyelesaian dana insentif nakes berinisial E ,ujar Fauziah membalas terkait keterlambatan dana insentif kepada E.( 8/4/2022) lalu

Namun hingga sampai saat ini menurut keterangan E dana insentifnya belum di berikan oleh Kapus Rantang,”Saya juga heran pak saat itu menurut Kapus dana insentif saya akan segera diberikan,tapi malah sampai saat ini tidak ada lagi kejelasannya”Ujar E Senin (25/4/2022)

Sementara Ketua LSM GMPSU yang sempat hendak melaporkan kasus ini,meminta kepada Walikota Medan Bobby Nasutionn untuk mencopot jabatan Kapus Rantang dokter Fauziah karena dinilai tidak layak sebagai Kapus (Tim)

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles