23.2 C
New York
Jumat, April 17, 2026

Buy now

spot_img

Kambing Samosir Hampir 200 Ekor Mati Kasusnya Dingin,BPKP Segera Turun Tangan

MEDAN,GlobalNews21.net – Kambing Samosir (Panorusan) yang hendak dibibitkan di UPT Pembibitan Ternak Ruminansia Labusona di Kabupaten Labuhan batu Provinsi Sumatera Utara sebagai Aset Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Utara (Sumut),kabarnya” Mati Beruntun” hampir 200 ekor.kasus ini telah dilaporkan tapi sepertinya membeku.

Pasalnya,Kasus Kambing Samosir yang telah dilaporkan oleh salah satu Lembaga Anti Korupsi Sumatera Utara,LSM Garuda Merah Putih Sumatera Utara (LSM GMP SU).Atas laporan pendahuluan LSM GMPSU ke Ditreskrimsus Polda Sumut terkait Proyek bibit ternak terjadi Dugaan Tindak Pidana Korupsi di 5 (lima) kegiatan yakni,Pengadaan ternak Sapi,Kerbau,Kambing Samosir,Domba dan Kambing Kacang sumber dana APBD TA 2020 di DKPP Sumut.

kambing samosir
Ket Foto : Kambing Samosir

Kasus dugaan korupsi ini sebelumnya telah dilakukan penyelidikan oleh Subdit III Unit I Ditreskrimsus Tipidkor Polda Sumut dari hasil laporan audit Inspektorat ditemukan 2 kegiatan ada kerugian negara.

Namun 3 kegiatan lagi belum ada hasil dari Inspektorat dari 5 kegiatan yang dilaporkan penyidik Ditreskrimsus.pemanggilan juga telah dilakukan terhadap Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),Yusranaria Panjaitan sampai panggilan ke 2,sebelumnya panggilan pertama “mangkir’ tanpa memberi alasan.

Parahnya,panggilan kedua terhadap Yusranaria yang telah mendatangi penyidik,namun belum mendapat keterangan dengan alasan dari KPA,saat bersamaan ada panggilan di Kejaksaan dengan kasus yang sama sehingga yang bersangkutan harus ke Kejaksaan dan data-data kontrak yang di minta penyidik masih berada di kejaksaan.

Hal ini disampaikan Ketum LSM GMPSU,DL Tobing SH kepada awak media meniru atas keterangan penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut,menurutnya sepertinya ada pengalihan  sehingga sepertinya proses penyelidikan mendadak jalan ditempat alias membeku,ungkapnya Rabu (5/1/2021)

kambing samosir
Ket Foto : Temuan LSM GMPSU di Kelompok Ternak diduga Ternak Kerbau tidak sesuai spec.

DL berharap agar Kapolda Sumut,Irjen RZ Panca Putra Simanjutak turun tangan, terkait kasus dugaan korupsi di DKPP Sumut,apalagi kasus ini diduga ditenggarai oleh Mafia Proyek Ternak sudah lebih 6 (enam) tahun tentunya kerugian negara tidak sedikit jumlahnya.

Lanjutnya,menurut dari kajian dan analisa kami,setidak-tidaknya 2 kegiatan dari pengadaan ternak kerbau dan Kambing samosir diduga kerugian negara Milyaran Rupiah.Hal ini berdasarkan atas temuan  dan investigasi di lapangan dengan bermatianya kambing samosir beruntun hampir 200 ekor yang diduga tanpa tersisa,anggaran untuk pengadaan ternak kambing samosir sekitar Rp 400 Juta dan ditambah ternak kerbau yang diterima oleh salah satu kelompok yang berada di Kabupaten Dairi ditemukan di duga tidak sesuai Spesifikasi .

Dugaan kerugian negara pada kegiatan pengadaan ternak kerbau dengan nilai kontrak Rp.1.535.577.550 mencapai 600 jutaan,maka setidak-tidanya 2 kegatai ini kuat dugaan kerugian negara menncapai 1 Milyar.namun ironisnya,atas temuan audit inspektorat pada 2 kegiatan hanya puluhan juta rupiah,Tutur DL

Sebelumnaya,menurut keterangan Ahli Auditor Keuangan Sudirman SE,SH,MM ” Jika spesifikasi tidak sesuai jelas ada kerugian Negara”Laporkan ke APIP atau BPKP agar di audit dan ditegaskannya lagi jika data-data lengkap ‘Laporkan ke KPK”Pungkas Sudirman.

Terkait Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) pada proyek bibit ternak di DKPP Sumut yang sepertinya dari pihak pelapor belum mendapatkan kepastian hukum,DL meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Utara,turun tangan dan tidak tutup mata.ujarnya

Sesuai ketentuan pasal 6 huruf (a) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002,tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara berwenang melakukan Koordinasi dan Supervisi dengan KPK untuk melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi (TPK),Harapnya bahwa BPKP dapat menyelesaikan kasus dugaan korupsi ini sebelum pihaknya akan melaporkan ke KPK.Pungkas Ketum .(Tim)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
893PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles