12.5 C
New York
Jumat, April 24, 2026

Buy now

spot_img

Soal Angkot Tabrak Balita di Pancur Batu, Supir Tak Ditahan dan Mobil Disita

MEDAN, GlobalNews21.id – Angkutan kota (Angkot) yang menabrak anak balita berusia 3 tahun di Jalan Bersama Simpang Kongsi, Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara disita polisi. Angkot ini dikendarai V. Ginting saat kecelakaan.

“Mobil sudah disita pak,” ujar Kapolsek Pancur Batu Kompol Noorman Haryanto Hasudungan Sihite via WhatsApp, Selasa (28/2/2023).

Kasus kecelakaan mobil angkutan kota ini masih diselidiki polisi. Pengendara angkot juga dimintai keterangan, akan tetapi supir tidak ditahan, sedangkan statusnya saat ini belum diketahui.

“Tidak ditahan pak,” tutur Kapolsek Noorman.

Dikatakan Noorman lagi, untuk proses hukum masih tetap berjalan, dan keterangan saksi lain masih terus dimintai.

“Proses hukum tetap berjalan, dan hari ini kami masih meminta keterangan dari saksi lain di TKP,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, bocah perempuan, Jeslin Putri Jelita Rajagukguk berusia 3 tahun itu ditabrak oleh sebuah angkot trayek Pancur Batu-Tanjung Morawa (Rahayu) nomor lambung 103 dengan Nopol BK 1083 UAA di Jalan Bersama Simpang Kongsi, Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang pada Selasa (7/2/2023) pukul 11.30 WIB.

Tragedi seorang anak balita ditabrak hingga terpental dan terbanting membuat heboh masyarakat sekitar di lokasi.

Menurut keterangan Ibu korban, Pelita Hutasoit (33), sebelum kejadian saat itu mereka hendak menemui kerabat atau saudara di lokasi. Setelah tiba di tempat anak atau korbannya minta jajan pada ibunya dan permintaan itu disanggupi.

Lalu, saat ibu korban mau menyeberang ke warung, anaknya minta ikut. Belum sempat korban melangkahkan kaki tiba-tiba sebuah angkot dengan kecepatan tinggi melintas, dan langsung menabrak korban hingga terpental beberapa meter. Saat kejadian terdengar benturan keras akibat tabrakan tersebut.

Pelita menyebut saking kencangnya angkot melaju, diperkirakan supir tidak melihat korban lantaran masih kecil. Sehingga tiba-tiba korban ditabrak dengan kecepatan tinggi. Setelah peristiwa itu supir sempat akan melarikan diri, tetapi ibu korban berteriak dan menjerit histeris hingga mengundang perhatian masyarakat sekitar.

Melihat kondisi korban cukup parah, Seketika itu korban langsung dilarikan ke sebuah klinik di Pancur Batu, kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Adam Malik Medan.

Akibat kejadian itu korban mengalami patah tulang pada bagian kaki kanan, kepala luka lecet dan hidung luka lecet. Sejak peristiwa tersebut dan hingga saat ini sudah lebih dua Minggu korban di rawat di rumah sakit, dan telah menjalani operasi di bagian kaki.

Diterangkan ibu korban, tiga hari setelah kejadian, unit lantas Polsek Pancur Batu datang ke lokasi dan melakukan olah TKP, serta memintai keterangan dari kedua orang tua korban. Hal itu sudah dilakukan lebih dua kali.

Namun, sejak peristiwa itu hingga saat ini proses di kepolisian masih jalan ditempat, dan tidak ada perkembangan yang signifikan. Itu terbukti bahwa pelaku penabrak korban belum pernah diperiksa, bahkan masih bebas berkeliaran diluar.

Orangtua korban, Pelita Hutasoit dan suami, Josper Rajagukguk berharap kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Pancur Batu supaya serius menangani kasus lakalantas itu, dan segera menangkap pelaku penabrak anaknya yang membuat kaki sebelah kanan patah.

“Harapan saya kepada Pak Polisi, tolonglah serius menangani ini dan mengertilah keadaan kami, sampai patah kaki anak kami, tulangnya sakit, masih anak kecil dan yang menabrak pun belum ada itikad baik dan belum ditangkap,” tutur kedua orangtua korban kepada wartawan saat ditemui di RSUD H Adam Malik Medan, Kamis (23/2/2023).

Selain itu, orangtua korban juga memohon kepada Kapolda Sumut Irjen Pol RZ. Panca Putra Simanjuntak dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda agar memberi atensi atau perhatian atas peristiwa lakalantas yang korban alami. Sebab, sudah berjalan tiga Minggu kasusnya belum terang benderang.

“Saya berharap dan memohon kepada Bapak Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan, Tolonglah Pak! kami meminta keadilan demi anak kami, supaya di proses yang menabrak dan mohon bantu kami,” ujar ibu korban dengan berlinang air mata.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda menanggapi soal peristiwa lakalantas di wilayah hukum Polsek Pancur Batu itu.

Mantan Dirlantas Polda Sumut itu berjanji akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan kepada pihaknya.

“Terima kasih atas informasinya, akan kami tindaklanjuti,” ujarnya via WhatsApp, Kamis (23/2/2023) pukul 14.58 WIB. (GN21-Red)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
895PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles