MEDAN, GlobalNEWS21.id – Dua pekan lebih kasus angkutan kota (angkot) menabrak anak balita berusia 3 tahun di wilayah hukum Pancur Batu belum mendapat titik terang. Alhasil penabrak tersebut masih bebas berkeliaran di luar.
Menanggapi hal itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda angkat bicara soal peristiwa lakalantas di wilayah hukum Polsek Pancur Batu tersebut.
Mantan Dirlantas Polda Sumatera Utara itu berjanji akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan kepada pihaknya.
“Terima kasih atas informasinya, akan kami tindaklanjuti,” ujarnya via WhatsApp, Kamis (23/2/2023) pukul 14.58 WIB.
Sementara itu, Kapolsek Pancur Batu Kompol Noorman Haryanto Hasudungan Sihite saat dikonfirmasi mengatakan akan mengecek terlebih dahulu kasus lakalantas itu.
“Saya cek dulu ya pak,” kata Noorman singkat, Senin (20/2/2023) pukul 15.09 WIB.
Sebelumnya, bocah balita berusia 3 tahun ditabrak angkot trayek Pancur Batu-Tanjung Morawa (Rahayu) nomor lambung 103, Nopol BK 1083 UAA di Jalan Bersama Simpang Kongsi, Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang pada Selasa (7/2/2023) pukul 11.30 WIB.
Sedangkan Polsek Pancur Batu, sampai saat ini belum mampu menangkap pelaku tabrak anak kecil, Jeslin Putri Jelita Rajagukguk.
Pelaku tabrak anak balita itu hingga saat ini masih berkeliaran bebas seakan tak punya dosa.
Tragedi seorang anak balita ditabrak hingga terpental dan terbanting membuat heboh masyarakat sekitar di lokasi.
Menurut keterangan Ibu korban, Pelita Hutasoit (33), sebelum kejadian saat itu mereka hendak menemui kerabat atau saudara di lokasi. Setelah tiba di tempat korban minta jajan pada ibunya, permintaan itu disanggupi.
Lalu, saat ibu korban mau menyeberang ke warung, anaknya minta ikut. Belum sempat korban melangkahkan kaki tiba-tiba sebuah angkot dengan kecepatan tinggi melintas, dan menabrak korban hingga terpental beberapa meter. Saat kejadian terdengar benturan keras akibat tabrakan itu.
Pelita menyebut saking kencangnya angkot melaju, diperkirakan supir tidak melihat korban lantaran masih kecil. Sehingga tiba-tiba korban ditabrak dengan kecepatan tinggi. Setelah peristiwa itu supir sempat akan melarikan diri, tetapi ibu korban berteriak dan menjerit hingga mengundang perhatian masyarakat sekitar.
Melihat kondisi korban cukup parah, Seketika korban langsung dilarikan ke sebuah klinik di Pancur Batu, kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Adam Malik Medan.
Akibat kejadian itu korban mengalami patah tulang pada bagian kaki kanan, kepala luka lecet dan hidung luka lecet. Sejak peristiwa tersebut dan hingga saat ini sudah lebih dua Minggu korban di rawat di rumah sakit, dan telah menjalani operasi bagian kaki.
Diterangkan ibu korban, tiga hari setelah kejadian, unit lantas Polsek Pancur Batu datang ke lokasi dan melakukan olah TKP, serta memintai keterangan dari kedua orang tua korban. Hal itu sudah dilakukan lebih dua kali.
Namun, hingga saat ini proses di kepolisian masih jalan ditempat, dan tidak ada perkembangan yang signifikan. Itu terbukti bahwa penabrak korban belum pernah diperiksa, bahkan masih bebas berkeliaran diluar.
Orangtua korban, Pelita Hutasoit dan suami, Josper Rajagukguk berharap kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Pancur Batu supaya serius menangani kasus lakalantas itu, dan segera menangkap pelaku penabrak anaknya hingga mengakibatkan kaki patah.
“Harapan saya kepada Pak Polisi, tolonglah serius menangani ini dan mengertilah keadaan kami, sampai patah kaki anak kami, tulangnya sakit, masih anak kecil dan yang menabrak pun belum ada itikad baik dan belum ditangkap,” tutur kedua orangtua korban kepada GlobalNews21.id, saat ditemui di RSUD H Adam Malik Medan, Kamis (23/2/2023).
Selain itu, orangtua korban juga memohon kepada Kapolda Sumut Irjen Pol RZ. Panca Putra Simanjuntak dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda agar memberi atensi atau perhatian atas peristiwa lakalantas yang korban alami. Sebab, sudah berjalan tiga Minggu sejak kejadian, kini kasusnya belum terang benderang dan “mandek” di Polsek Pancur Batu.
“Saya berharap dan memohon kepada Bapak Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan, Tolonglah Pak! kami meminta keadilan demi anak kami, supaya di proses yang menabrak dan mohon bantu kami,” ujar ibu korban dengan berlinang air mata. (GN21-Red)

