Medan, GlobalNEWS21.id – Keluarga P Hutagalung (78), E boru Simanjuntak (68) adalah warga Jalan Setia Luhur Gang Laras Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia Provinsi Sumatera Utara,penderitaannya semakin memprihatinkan.
Akses pintu rumah yang menghadap ke Gang Laras berdiri tembok setinggi 2 meter yang di tembok oleh warga berinisial HS adalah tetangganya.
Kondisi tembok tersebut sudah lebih 1 bulan belum di bongkar oleh pemerintah terkait,sehingga akses ke rumah harus lewat dapur pintu belakang yang tembus ke rel,itupun harus berkeliling melewati rumah warga yang tinggal di rel.

Kondisi ini semakin memprihatinkan ketika baru-baru ini proyek pelebaran jalan PJKA berjalan membuat Dranase selebar 1 meter hingga hamper mmenyentuh pintu dapur rumah keluarga ibu Simanjuntak.
Kendati baru-baru ini tim gabungan Kecamatan medan Helvetia dan Satpol PP telah datang meninjau melihat kondisi tembok yang menutupi akses rumah keluarga itu.Selasa (25/10/2022)
Atas pantauan awak media saat berjalannya proyek PJKA nasib keluarga ibu Simanjutak semakin memprihatinkan harus keluar dari Jalan mana lagi.Rabu (26/10/2022)
Melihat kondisi ini tim mencoba mendatangi warga tersebut,ibu Simanjuntak merasa pasrah dengan situasi yang mereka alami.
Katanya “kami hanya bisa berpasrah, berharap dan menunggu agar secepatnya pihak pemerintah segera membongkar akses pintu rumah yang ditutupi tembok tersebut agar kami bisa beraktifitas sebagaimana biasanya,”ucapnya
Ditanya jika ada saudara yang datang atau tamu kerumah
“saya terpaksa harus naik tangga untuk menerangkan lewat jalan mana bisa sampai kerumah saya,yaah.. memang sulitlah pak,“Rintihnya
Melihat kondisi keluarga yang sudah manula,ini banyak warga setempat dan masyarakat merasa prihatin dan kasihan.
Menurut keterangan warga setempat Gang Laras,”kasihan bapak Hutagalung itu mana dia sudah tua ,orangnya juga baik pak ,jalan pintu rumahnya malah ditembok pula.”ibah Warga tersebut
Terpisah ,menurut keterangan ibu Simanjutak yang mantan seorang guru SMP Negri ini,ditanya kenapa tidak pindah saja
”kalau kami pindah anak-anak sudah dekat sekolahnya dari sini dan perkumpulan STM juga sudah lama di ikuti disini.
Sambungnya,”lagi mencari kontrakan kami belum sanggub pak, karena untuk biaya hidup uang pensiunan tidak cukup dan hanya saya yang mencari tambahannya pak..” Ungkapnya
Informasi yang dihimpun terkait tembok yang menutupi akses rumah warga itu selepas tim gabungan telah meninjau ke lokasi
”Rencana tembok tersebut akan di bongkar ..! namun kami juga harus menunggu arahan dari atasan bang ,kapan Satpol PP memongkar tembok tersebut “Jelas Ardi kepling XI
(MRA)

